Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

Tanpa Kembang Api, Sampah Tahun Baru di Jakarta Barat Turun Jadi 20 Ton

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Tanpa Kembang Api, Sampah Tahun Baru di Jakarta Barat Turun Jadi 20 Ton
Foto: (Sumber: Petugas membersihkan sampah usai perayaan malam pergantian tahun di Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat, Kamis (1/1/2026). ANTARA/Risky Syukur)

Pantau - Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Barat mencatat total volume sampah mencapai 19–20 ton selama malam Tahun Baru 2026, menurun dibandingkan tahun sebelumnya berkat pelaksanaan perayaan yang lebih sederhana dan tanpa pesta kembang api.

Volume sampah tersebut dikumpulkan dari sejumlah titik keramaian seperti kawasan Kota Tua, area kantor Wali Kota Jakarta Barat di Kembangan, serta titik lainnya seperti kawasan CNI dan Taman Cattleya.

Dari total sampah yang terkumpul, sekitar 1,5 ton berhasil dipilah untuk keperluan daur ulang, sementara sisanya dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang.

Fokus Pembersihan Cepat dan Efisien

Penurunan volume sampah ini juga disebabkan oleh durasi acara yang lebih singkat.

Di kawasan kantor Wali Kota, kegiatan pembersihan sudah rampung pada pukul 01.00 WIB, sedangkan di Kota Tua selesai sekitar pukul 06.00 WIB.

Sudin LH Jakarta Barat mengerahkan 350 personel gabungan untuk memastikan kebersihan ruang publik pascaperayaan.

Peralatan pendukung yang digunakan antara lain truk pengangkut sampah, road sweeper truck atau truk penyapu jalan, toilet mobile, serta penambahan tong sampah di berbagai titik.

"Fokus kami adalah pembersihan cepat dan menyeluruh agar kenyamanan ruang publik tetap terjaga," ujar perwakilan Sudin LH Jakarta Barat.

Perayaan Sederhana Berdampak Positif

Dengan absennya pesta kembang api dan pendekatan perayaan yang lebih sederhana, pengelolaan sampah dapat dilakukan secara lebih efisien.

Langkah ini menunjukkan kesigapan pemerintah kota dalam menjaga kebersihan lingkungan, serta mendorong kesadaran masyarakat untuk turut menjaga fasilitas umum tetap bersih setelah acara besar.

Penulis :
Gerry Eka