Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kementan Bentuk 33 Balai Besar Modernisasi Pertanian untuk Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Kementan Bentuk 33 Balai Besar Modernisasi Pertanian untuk Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan
Foto: (Sumber: Kepala BRMP Kementan Fadjry Djufry mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau teknologi pertanian. ANTARA/HO-Kementan.)

Pantau - Kementerian Pertanian (Kementan) resmi membentuk 33 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian di 33 provinsi sebagai langkah strategis memperkuat pendampingan teknologi pertanian daerah menuju swasembada pangan berkelanjutan.

Pembentukan balai besar ini diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 39 Tahun 2025 dan berada di bawah koordinasi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP).

Kepala BRMP Kementan, Fadjry Djufry, menyatakan bahwa balai besar tersebut merupakan peningkatan status dari Balai Penerapan Modernisasi Pertanian yang sebelumnya telah ada di berbagai daerah.

"Dengan peningkatan status ini, koordinasi antara pusat dan daerah diharapkan semakin kuat, terutama dalam memperluas program dan kebijakan Kementerian Pertanian hingga ke tingkat lapangan," ungkapnya.

Tugas Utama dan Peran Strategis Balai Besar

Balai besar ini memiliki sejumlah tugas utama, seperti mengidentifikasi dan memverifikasi kebutuhan teknologi, melakukan perekayasaan dan pengujian teknologi, menyebarluaskan (diseminasi) teknologi, serta menerapkan paket teknologi pertanian spesifik lokasi.

Selain itu, balai besar juga bertugas memproduksi benih dan bibit sumber unggul yang tersertifikasi untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian.

"Balai besar ini hadir untuk memastikan ketersediaan benih dan bibit sumber bermutu sebagai fondasi peningkatan produktivitas pertanian di daerah," jelas Fadjry.

Kehadiran balai besar di setiap provinsi diharapkan mampu memfasilitasi dan memberikan pendampingan pembangunan pertanian, sekaligus meningkatkan kapasitas petani dan pelaku usaha pertanian.

Modernisasi Pertanian Jadi Fokus Pemerintah

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya modernisasi dan pemanfaatan teknologi untuk mendorong peningkatan produksi pangan nasional secara signifikan.

"Kita tidak boleh setengah-setengah dalam meningkatkan produksi pangan. Semua harus berbasis inovasi dan teknologi agar produktivitas naik dan biaya produksi turun," tegasnya.

Pemerintah menargetkan percepatan modernisasi pertanian melalui penguatan kelembagaan, pemanfaatan teknologi unggul, dan mekanisasi pertanian.

Langkah ini diambil untuk mewujudkan sistem pertanian yang lebih produktif, efisien, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.

Penulis :
Gerry Eka