Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BPH Migas Pastikan Stok dan Penyaluran BBM Sumatera Utara Aman Pascabencana Awal 2026

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BPH Migas Pastikan Stok dan Penyaluran BBM Sumatera Utara Aman Pascabencana Awal 2026
Foto: (Sumber: Kepala BPH Migas Wahyudi Anas (kiri) berbincang dengan warga saat kunjungan kerja ke Sumatera Utara, Kamis (1/1/2026). ANTARA/HO-BPH Migas.)

Pantau - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi atau BPH Migas memastikan stok dan penyaluran bahan bakar minyak pascabencana di Sumatera Utara berada dalam kondisi aman pada awal tahun 2026.

Kepastian tersebut disampaikan Kepala BPH Migas Wahyudi Anas berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan.

"Kondisi status stok BBM di Fuel Terminal (FT) Sibolga aman. Tanggal 1 Januari 2026, sudah mulai dilakukan loading untuk melakukan top-up coverage days. Untuk BBM jenis Bio Solar dengan stok menjadi 6,6 hari, Pertalite mencapai 22 hari, dan Pertamax mencapai 30 hari," ungkap Wahyudi Anas.

Pada Kamis, 1 Januari 2026, Kepala BPH Migas meninjau langsung Fuel Terminal Sibolga di Sumatera Utara untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran penyaluran BBM pascabencana banjir dan tanah longsor yang terjadi beberapa pekan sebelumnya.

Dalam kondisi normal, Fuel Terminal Sibolga menyuplai BBM untuk 56 SPBU di wilayah Sumatera Utara, namun pascabencana hanya melayani 40 SPBU.

Penyaluran BBM ke SPBU lainnya dilakukan melalui skema reguler, alternatif, and emergency atau RAE dengan dukungan dari Fuel Terminal Siantar dan Integrated Terminal Teluk Kabung.

"Kondisi saat ini, FT Sibolga melayani 40 SPBU untuk 10 kota/kabupaten Sumut. Selanjutnya, dengan RAE, FT Sibolga dibantu FT Siantar yang melayani 11 SPBU di Tapanuli Utara dan 5 SPBU di Mandailing Natal dipasok IT Teluk Kabung," jelas Wahyudi Anas.

Ia menambahkan bahwa penerapan skema RAE dilakukan karena kondisi jalan yang masih rusak akibat bencana.

"Skema ini diberlakukan karena adanya jalan putus dari Tapanuli Utara ke arah Sibolga, dari Sibolga ke Mandailing Natal dan sampai hari ini masih dilakukan perbaikan jalan oleh pemerintah," ujarnya.

BPH Migas juga melakukan pemantauan terhadap SPBU di Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara, yang menjadi jalur strategis penghubung Tarutung dan Sibolga.

SPBU tersebut berperan sebagai titik utama penyaluran BBM saat terjadi tanah longsor dan jalur Tarutung–Sibolga terputus.

Selama masa bencana dan pemulihan, SPBU tersebut menyalurkan BBM subsidi dan kompensasi secara manual tanpa menggunakan barcode.

Berdasarkan uji petik dokumen administrasi dan pemantauan CCTV, seluruh prosedur penyaluran BBM dinyatakan telah sesuai ketentuan dan volume BBM yang disalurkan tepat sasaran.

"BPH Migas langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah atas kondisi kedaruratan yang dibuat oleh gubernur. Secara transaksi kendaraan yang digunakan untuk masyarakat yang terkena bencana, dilaksanakan dengan baik, administrasi jelas, surat rekomendasi dari pemda juga tersedia, dikumpulkan setiap bulan selama periode bencana alam," kata Wahyudi Anas.

Sales Area Manager PT Pertamina Patra Niaga Area Sibolga Toni Pradana menyampaikan bahwa kondisi jalur distribusi BBM mulai membaik.

"Alhamdulillah, kondisinya saat ini jalur utara sudah lebih normal dengan masih melakukan skema RAE melalui perbantuan tambahan mobil tangki dan untuk jalur selatan sudah bisa dilewati. Dengan recovery ini, kondisi jalur utara dan jalur selatan sebelum Natal kemarin sudah normal," ujarnya.

BPH Migas turut meninjau pembukaan jalan yang tertimbun longsor di Desa Rampa, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah, yang dikerjakan PT PP Persero menggunakan alat berat dengan fokus pembersihan sisa lumpur di badan jalan.

Kegiatan pemantauan tersebut dihadiri Anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto, Fuel Terminal Manager Sibolga Zainal Arifien, serta Sales Branch Manager PT Pertamina Patra Niaga Sibolga Farisan Pratama.

Penulis :
Ahmad Yusuf