
Pantau - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa pemerintah tengah meningkatkan produksi minyak nasional sebagai langkah antisipatif terhadap gejolak geopolitik global, termasuk situasi politik yang memanas di Venezuela.
“Sebagai antisipasi, kami terus meningkatkan cadangan strategis minyak nasional, optimalisasi produksi,” ujar Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, dalam keterangan tertulis.
Langkah Teknis: Fracking, EOR, dan Aktivasi Sumur Idle
Dwi Anggia menjelaskan bahwa peningkatan produksi dilakukan melalui optimalisasi teknologi seperti fracking, enhanced oil recovery (EOR), dan pengeboran horizontal.
Selain itu, pemerintah juga mendorong reformasi fiskal, percepatan perizinan, serta peningkatan investasi eksplorasi di wilayah-wilayah frontier guna menarik minat investor di sektor hulu migas.
Salah satu langkah konkret lainnya adalah upaya pengaktifan kembali 4.500 sumur minyak yang selama ini dalam kondisi idle.
“Kondisi ini (situasi Venezuela) terus dipantau,” tambahnya.
Belum Berdampak Langsung, Tapi Pemerintah Tetap Siaga
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa hingga kini belum terlihat dampak langsung dari situasi Venezuela terhadap pasokan maupun harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia.
“Kita sumber crude-nya itu bukan dari sana. Jadi dari wilayah lain. Jadi masih stabil,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah tetap melakukan pemantauan ketat dan antisipasi terhadap kemungkinan lonjakan harga minyak dunia akibat perkembangan krisis tersebut.
“Antisipasi itu selalu ada,” tegas Laode.
Krisis Venezuela Jadi Sorotan Global
Pernyataan Kementerian ESDM ini muncul di tengah gejolak politik internasional menyusul laporan media global bahwa Amerika Serikat melakukan serangan militer ke Caracas, Venezuela, pada Sabtu (3/1).
Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa pasukan AS telah berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya.
Menanggapi serangan unilateral tersebut, Pemerintah Venezuela menyatakan negara dalam kondisi darurat nasional.
Sejumlah negara menyuarakan keprihatinan atas tindakan AS.
Presiden Kolombia, Gustavo Petro, menyerukan pertemuan darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menegaskan pentingnya prinsip kedaulatan negara, larangan penggunaan kekerasan, dan penyelesaian damai dalam sengketa internasional.
Sementara itu, Rusia dan Iran yang dikenal sebagai sekutu Venezuela secara terbuka mengecam serangan militer yang dilakukan AS.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








