
Pantau - Presiden Prabowo Subianto memimpin kegiatan retret Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 6 Januari 2026, untuk mendengarkan laporan kendala serta capaian program prioritas dari para menterinya.
Retret yang dimulai sejak pagi itu dihadiri oleh seluruh anggota kabinet, termasuk menteri, wakil menteri, kepala dan wakil kepala badan, serta pimpinan lembaga tinggi negara.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa para menteri menyampaikan secara langsung berbagai hambatan dalam pelaksanaan program prioritas kepada Presiden Prabowo.
"Jadi kendala-kendala yang mungkin timbul di dalam pelaksanaan program-program prioritas di dalam retret tadi disampaikan langsung oleh menteri-menteri terkait kepada Bapak Presiden dan langsung kemudian didiskusikan penyelesaian-penyelesaiannya," ungkapnya.
Presiden Prabowo memberikan tanggapan dan arahan langsung untuk mencari solusi dari kendala-kendala tersebut.
Peninjauan Program Prioritas: Dari Jembatan Gantung hingga Makan Bergizi
Sesi awal retret dimulai dengan pemutaran video pembangunan jembatan gantung yang ditugaskan langsung oleh Presiden Prabowo sekitar satu bulan sebelumnya.
Video tersebut menampilkan pembangunan jembatan-jembatan yang digunakan anak-anak untuk pergi ke sekolah, sebagai bagian dari program peningkatan akses dan infrastruktur pedesaan.
Saat ini telah dibangun 11 jembatan gantung, sementara sekitar 50 jembatan lainnya sedang dalam proses pembangunan.
Pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 6.900 jembatan gantung pada tahun 2026.
Selain infrastruktur, program makan bergizi juga menjadi sorotan dalam retret tersebut.
Program ini telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat dan didukung oleh 19.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah dibentuk di berbagai wilayah.
Target tahun 2026 adalah membangun 35.000 SPPG untuk melayani 82,9 juta warga.
Retret juga memaparkan capaian program cek kesehatan gratis, yang disebut telah menjangkau sekitar 70 juta warga negara selama tahun 2025.
Arahan Presiden dan Evaluasi Awal Tahun
Presiden Prabowo dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran kabinet atas upaya yang telah dilakukan sepanjang tahun lalu.
Ia juga menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk bekerja sepenuhnya demi kepentingan bangsa dan rakyat.
"Retret pemerintah ini dimaknai adalah sebuah pembekalan dari Bapak Presiden kepada seluruh jajaran kabinet yang dimulai dengan evaluasi seluruh program-program pemerintah untuk kemudian selanjutnya dilanjutkan di awal tahun," jelas Prasetyo.
Retret diperkirakan berlangsung hingga malam hari dan diisi dengan berbagai paparan dari menteri-menteri terkait.
Hingga sore hari, baru empat menteri yang telah menyampaikan laporan mereka.
" kemudian Bapak Presiden memutuskan untuk break, istirahat salat magrib dan makan, yang nanti akan dilanjutkan lagi pada pukul 18.45," ungkap Prasetyo.
- Penulis :
- Leon Weldrick








