
Pantau - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi meminta agar pihak berwenang segera melakukan investigasi terkait dugaan aksi teror yang dialami oleh seorang pemengaruh (influencer) bernama DJ Donny, yang dikenal aktif mengkritik pemerintah.
Pemerintah Tegaskan Penolakan terhadap Praktik Teror
Dalam pernyataannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 6 Januari 2026, Prasetyo menegaskan pentingnya proses hukum terhadap kasus tersebut.
"Kita minta semua dilakukan investigasi ya," ucap Prasetyo.
Ia menyampaikan bahwa dugaan teror tersebut perlu ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Pemerintah, lanjutnya, tidak menginginkan adanya praktik teror dalam bentuk apa pun di tengah masyarakat.
Prasetyo juga menekankan bahwa penyampaian kritik, masukan, maupun koreksi terhadap kebijakan pemerintah sebaiknya dilakukan melalui jalur komunikasi yang telah disediakan.
Ia menilai bahwa perbedaan pandangan merupakan bagian dari proses pendewasaan dalam kehidupan berdemokrasi.
"Marilah kemudian kita menjadikan masalah itu kalau kami ya berpendapat bahwa itu bagian dari kita mendewasakan diri sebagai bangsa gitu ya. Artinya kalau ada sesuatu ya mungkin disampaikan dengan baik ya. Tidak ada masalah juga," ujar Prasetyo.
Ia juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto turut merasa prihatin terhadap kasus dugaan teror ini.
"Iya dong (Presiden prihatin), masa hari begini masih ada begitu-begitu," tambahnya.
DJ Donny Alami Teror Molotov dan Ancaman di Media Sosial
Sebelumnya, DJ Donny—pemengaruh dengan nama asli Ramon Dony Adam—melaporkan ke Polda Metro Jaya bahwa dirinya menjadi korban aksi teror di kediamannya.
Menurut laporan, dua insiden terjadi pada Senin, 29 Desember 2025, dan Rabu dini hari, 31 Desember 2025.
"Jadi, kemarin saya dapat teror, dikirim bangkai ayam ke rumah saya. Lalu, semalam jam 3.00 WIB, di CCTV (kamera pengawas) terekam orang melempar molotov ke rumah saya," kata Donny di Polda Metro Jaya pada Rabu, 31 Desember 2025.
Ia menyebut aksi tersebut tidak hanya merugikan dirinya secara pribadi, tetapi juga mengancam keselamatan keluarga dan orang-orang di sekitarnya.
Selain kejadian fisik, Donny mengaku kerap mendapat ancaman melalui telepon dan media sosial.
"Teror telepon banyak, cuma saya enggak peduli, media sosial biasalah, di DM-DM lah, saya enggak ada masalah. Saya sendiri kan ngomongnya kasar juga, jadi enggak ada masalah," ujarnya.
Terkait pelaku teror, Donny menyatakan bahwa dirinya belum dapat menjelaskan lebih lanjut dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.
Ia juga mengaku tidak mengetahui siapa yang berada di balik aksi teror tersebut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








