
Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten mengevakuasi sementara warga Kampung Cibodas, Desa Kadubereum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, akibat longsor di lereng Gunung Kaupas yang terjadi pada Selasa (6 Januari 2026).
Kepala Pelaksana BPBD Banten, Lutfi Mujahidin, menyampaikan bahwa hingga Rabu belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan harta benda.
"Sampai saat ini tidak ada korban jiwa dan harta benda. Penyebabnya karena pergerakan alam," ungkapnya.
Evakuasi dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi longsor susulan, khususnya pada malam hari.
Pengungsian di Sekolah dan Rumah Kerabat
BPBD dan pemerintah daerah setempat mengungsikan warga yang tinggal di bawah lereng Bukit Kaupas ke lokasi yang lebih aman.
"Untuk antisipasi, warga yang tinggal di bawah Bukit Kaupas, kalau malam hari diungsikan ke SD MI," kata Lutfi.
Di Kampung Cibodas terdapat sekitar 504 jiwa yang terdampak secara langsung oleh potensi longsor.
Sebagian warga mengungsi ke sekolah dasar yang disiapkan sebagai lokasi pengungsian.
Sebagian lainnya memilih tinggal sementara di rumah kerabat.
"Tidak semuanya di lokasi pengungsian yang disiapkan, ada yang ngungsi ke tempat saudara," tambahnya.
Status pengungsian bersifat sementara dan akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan situasi di lapangan.
"Belum ditentukan, lihat perkembangan," jelas Lutfi.
Kawasan Rawan Longsor Dipantau Ketat
BPBD Provinsi Banten juga terus melakukan pemantauan terhadap wilayah rawan longsor sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.
Terdapat 21 kecamatan di Provinsi Banten yang masuk dalam kategori rawan longsor.
Wilayah tersebut tersebar di Kabupaten Serang, Pandeglang, dan Lebak.
Di Kabupaten Serang, kecamatan rawan longsor meliputi Anyer, Mancak, Cinangka, dan Padarincang.
Di Kabupaten Pandeglang meliputi Carita, Jiput, Panimbang, Cigeulis, Cibaliung, Cimanggu, Cadasari, dan Mandalawangi.
Sementara di Kabupaten Lebak meliputi Bojongmanik, Cimarga, Leuwidamar, Lebak Gedong, Cigembong, Cibeber, Bayah, Cihara, dan Panggarangan.
BPBD terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan aparat setempat untuk menjaga keselamatan warga serta memastikan kesiapsiagaan jika terjadi pergerakan tanah lanjutan.
Longsor di lereng Gunung Kaupas terjadi pada Selasa, 6 Januari 2026 sekitar pukul 10.40 WIB, dan sempat direkam warga.
Video kejadian tersebut menyebar luas di media sosial dan menarik perhatian publik.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







