
Pantau - Rekayasa lalu lintas untuk mendukung pembangunan Proyek MRT Jakarta Fase 2A CP 202 Tahap 3 resmi diberlakukan sejak 1 Januari hingga 31 Agustus 2026, mencakup area sekitar Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar.
Langkah ini merupakan bagian dari tahapan pembangunan stasiun bawah tanah dan terowongan dari Harmoni hingga Mangga Besar.
"Rekayasa lalu lintas, di area stasiun Harmoni, Sawah Besar dan Mangga Besar, perlu dilakukan sebagai bagian dari tahapan pekerjaan pada ketiga stasiun tersebut yang menjadi bagian dari paket kontrak CP 202 Fase 2A MRT Jakarta," ungkap Rendy Primartantyo, Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda).
Rekayasa ini dikelola oleh PT MRT Jakarta bersama Shimizu Adhi Karya Joint Venture (SAJV) sebagai kontraktor pelaksana, dan telah dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta serta Ditlantas Polda Metro Jaya.
Pihak MRT Jakarta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan serta mengimbau masyarakat untuk mematuhi rambu dan arahan petugas.
"Kami berharap para pengguna jalan dan angkutan umum agar memperhatikan rambu-rambu serta mengikuti petunjuk petugas di lapangan," tambahnya.
Untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan, PT MRT Jakarta akan memasang rambu lalu lintas, marka jalan, serta lampu penerangan jalan umum selama proses berlangsung.
Rekayasa Lalu Lintas Berdasarkan Lokasi dan Tahapan
Stasiun Harmoni
Pada Tahap 3.2 yang berlangsung dari 1 Januari hingga 30 April 2026, dilakukan pekerjaan penggalian, pembangunan stasiun, kanal underpass, dan pintu masuk stasiun.
Arus lalu lintas di Jalan Hayam Wuruk digeser sedikit ke sisi jalan, dari Gedung BPKP sampai Gedung Sandjaja.
Lajur kendaraan arah Monas tetap terdiri dari tiga lajur.
Stasiun Sawah Besar
Tahap 3.3.2 dilaksanakan dari 1 Januari hingga 28 Februari 2026 dengan fokus pada penggalian, pembangunan stasiun, kanal underpass, dan secant bore pile.
Selama tahap ini, arus lalu lintas Jalan Hayam Wuruk arah Kota dibelokkan ke sisi kanal dari Alfamart sampai Clover Bakery, lalu kembali ke sisi tengah.
Tahap 3.3.3 berlangsung dari 1 Maret hingga 17 Maret 2026.
Pada tahap ini, arus lalu lintas Jalan Hayam Wuruk arah Monas dibelokkan ke tengah dari Gedung Clover Bakery dan kembali ke sisi gedung sebelum Jalan Sukarjo Wiryopranoto.
Sementara itu, arus lalu lintas Jalan Gajah Mada arah Kota dialihkan ke sisi kanal depan gedung CIMB Niaga hingga sebelum Gajah Mada Plaza.
Tahap 3.3.4 berlangsung dari 18 Maret hingga 30 Juni 2026.
Dalam tahap ini, arus lalu lintas Jalan Hayam Wuruk arah Monas dibelokkan ke tengah dari Hotel Ibis dan kembali ke sisi gedung setelah McDonald's.
Sedangkan arus lalu lintas Jalan Gajah Mada arah Kota dialihkan ke sisi kanal depan gedung CIMB Niaga hingga Jalan Zainul Arifin.
Tahap 3.3.5 yang merupakan tahap akhir dilaksanakan dari 1 Juli hingga 31 Agustus 2026.
Arus lalu lintas Jalan Hayam Wuruk arah Monas dan arah Kota dikembalikan ke sisi tengah.
Sementara itu, arus lalu lintas Jalan Gajah Mada arah Kota dialihkan ke sisi tengah tepat di Gedung CIMB Niaga.
Stasiun Mangga Besar
Tahap 3.4.1 dilaksanakan dari 1 Januari hingga 30 April 2026 dengan pekerjaan penggalian, pembangunan stasiun, kanal underpass, dan pintu masuk stasiun.
Selama tahap ini, arus lalu lintas Jalan Hayam Wuruk arah Monas (satu lajur) diarahkan ke sisi kanal dan kembali ke sisi gedung setelah Gedung BRI.
Tahap berikutnya, 3.4.2, berlangsung dari 1 Mei hingga 31 Agustus 2026.
Pada tahap ini, arus lalu lintas Jalan Hayam Wuruk arah Monas tetap berada di sisi kanal dan kemudian dialihkan ke sisi bangunan setelah Ruko Olimo.
Dampak dan Harapan
Penerapan rekayasa lalu lintas ini menjadi bagian penting dalam kelancaran pembangunan infrastruktur transportasi massal Jakarta.
PT MRT Jakarta berharap masyarakat dapat beradaptasi dengan perubahan arus lalu lintas sementara ini.
Pihaknya menekankan bahwa semua langkah dilakukan demi keamanan, kenyamanan, dan efisiensi pembangunan.
- Penulis :
- Arian Mesa








