
Pantau - Satuan Tugas (Satgas) Yonzipur I/DD memasang jembatan bailey di Desa Aek Nabara, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, sebagai upaya percepatan pemulihan akses transportasi bagi warga terdampak bencana alam.
Jembatan ini berfungsi sebagai jalur alternatif utama yang menghubungkan Desa Aek Nabara, Kecamatan Marancar, dengan Desa Batu Satail, Kecamatan Sipirok.
Pembangunan jembatan dipimpin oleh Lettu Czi Suyono dan melibatkan 22 personel dari Satgas Yonzipur I/DD.
Jembatan bailey yang dipasang memiliki konfigurasi 8 petak atau tipe 1-1, dengan panjang bentangan 24 meter, lebar 3,75 meter, dan kapasitas beban hingga 10 ton.
Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, menjelaskan, "Jembatan itu berfungsi sebagai jalur alternatif utama yang menghubungkan Desa Aek Nabara, Kecamatan Marancar, dengan Desa Batu Satail, Kecamatan Sipirok."
Dampak Bencana dan Langkah Penanganan
Pemasangan jembatan ini dilakukan menyusul kerusakan Jembatan Aek Nabara akibat banjir yang melanda wilayah tersebut.
Kerusakan parah terjadi pada lapisan aspal dan akses jalan masuk yang tergerus hingga sepanjang kurang lebih 24 meter.
"Meski pangkal dan badan jembatan beton masih dalam kondisi aman, jalur tersebut belum dapat dilalui kendaraan roda empat dan sementara hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua dengan sistem buka tutup," ungkap Kapendam.
Saat pekerjaan dimulai, personel juga menyiapkan tenda sebagai tempat tinggal sementara di lokasi.
Mereka menata area pemasangan dan membuat rambu jembatan demi kelancaran proses pekerjaan.
"Langkah itu dilakukan untuk memastikan proses pemasangan jembatan bailey berjalan aman, tertib, dan lancar sehingga mobilitas masyarakat dapat segera kembali normal," ia mengungkapkan.
TNI menegaskan komitmennya untuk terus membantu masyarakat terdampak bencana melalui berbagai upaya, baik melalui jalur darat maupun udara.
- Penulis :
- Arian Mesa








