Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kementerian Kehutanan Optimalkan Ratusan Kayu Hanyut Banjir untuk Pemulihan Warga Aceh dan Sumatra Utara

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kementerian Kehutanan Optimalkan Ratusan Kayu Hanyut Banjir untuk Pemulihan Warga Aceh dan Sumatra Utara
Foto: (Sumber: Petugas beristirahat di dekat pembangunan huntara yang menggunakan kayu terseret banjir di Aceh Utara, Aceh. ANTARA/HO-Kementerian Kehutanan/aa..)

Pantau - Kementerian Kehutanan memastikan pemanfaatan ratusan batang kayu terseret banjir di Sumatra siap dioptimalkan untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana di Aceh dan Sumatera Utara.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser Subhan menyampaikan hal tersebut dan dikonfirmasi dari Jakarta pada Kamis, 8 Januari 2026, dengan menegaskan bahwa pemanfaatan kayu hanyutan dilakukan secara tertib dan terkontrol.

Subhan menjelaskan pengelolaan kayu hanyutan dilakukan agar aman serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat terdampak bencana.

"Dengan dukungan alat berat, pemilahan kayu hanyutan bisa dilakukan lebih cepat dan aman. Kayu yang layak kami manfaatkan untuk kebutuhan darurat warga," ungkap Subhan.

Pemanfaatan Kayu Sesuai Regulasi

Pemanfaatan kayu hanyutan dilaksanakan sesuai Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 863 Tahun 2025 tentang Pemanfaatan Kayu Hanyutan Akibat Bencana Banjir Sebagai Sumber Daya Material untuk Rehabilitasi dan Pemulihan Pascabencana.

Kebijakan tersebut mencakup wilayah Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai daerah terdampak banjir.

Di wilayah Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Utara, jumlah kayu hanyutan yang telah diukur dan dinyatakan layak dimanfaatkan mencapai 454 batang.

Total volume kayu hanyutan layak pakai di Aceh Utara tercatat sebesar 730,95 meter kubik berdasarkan pendataan hingga Selasa, 6 Januari 2026.

Pemilahan dan pemanfaatan kayu hanyutan di Aceh didukung 35 alat berat dari Kementerian Kehutanan, TNI, dan Kementerian Pekerjaan Umum.

Seluruh alat berat tersebut difokuskan untuk membersihkan kayu hanyutan di halaman rumah warga serta memilah kayu yang masih berada di aliran air.

Dukungan Huntara dan Pengungsian

Pemanfaatan kayu hanyutan diarahkan untuk mendukung pembangunan hunian sementara atau huntara yang dikembangkan berdasarkan kajian dan riset Universitas Gadjah Mada.

Hingga saat ini, pemanfaatan kayu oleh masyarakat dan lembaga kemanusiaan tercatat mencapai 28,86 meter kubik.

Progres pemanfaatan tersebut mencakup dua unit huntara yang masih dalam pembangunan serta satu unit huntara yang telah selesai dibangun.

Di Sumatera Utara, tepatnya di Desa Garoga, Huta Godang, dan Aek Ngadol di Kabupaten Tapanuli Selatan, pemanfaatan kayu hanyutan juga dilakukan secara masif.

Kegiatan di wilayah tersebut didukung oleh 20 alat berat dan 10 unit dump truck untuk menunjang penanganan darurat.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara Novita Kusuma Wardani menegaskan seluruh pemanfaatan kayu dilakukan secara terkontrol dan sesuai ketentuan.

"Sebanyak 430 keping kayu olahan dengan volume 6,95 meter kubik dimanfaatkan sebagai alas lantai 267 unit tenda darurat. Penatausahaan dan pengawasan terus kami lakukan agar pemanfaatannya tepat sasaran," ujar Novita Kusuma Wardani.

Berita ini ditulis oleh pewarta Prisca Triferna Violleta dan diedit oleh M. Hari Atmoko dengan hak cipta ANTARA 2026.

Penulis :
Aditya Yohan