Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Polres Aceh Selatan Normalisasi Sungai dan Saluran Air di Trumon Tengah untuk Cegah Banjir Susulan

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Polres Aceh Selatan Normalisasi Sungai dan Saluran Air di Trumon Tengah untuk Cegah Banjir Susulan
Foto: Personel Polres Aceh Selatan membersihkan saluran air guna mencegah banjir di Aceh Selatan, Kamis 8/1/2026 (sumber: Bidhumas Polda Aceh)

Pantau - Polres Aceh Selatan melakukan normalisasi sungai dan saluran air di wilayah Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, sebagai langkah pencegahan terhadap banjir susulan yang sebelumnya melanda kawasan tersebut.

Kapolres Aceh Selatan AKBP T Ricki Fadlianshah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari percepatan pemulihan pascabencana serta wujud nyata komitmen Polri dalam membantu masyarakat.

"Normalisasi ini menjadi bagian dari percepatan pemulihan wilayah terdampak, khususnya melalui pembersihan saluran air dan sungai yang sebelumnya meluap akibat banjir," ungkapnya.

Kegiatan Dukung Pemulihan Pascabencana

Normalisasi sungai dan saluran air telah dilaksanakan sejak Sabtu, 3 Januari 2026, dan masih terus berlangsung hingga saat ini.

Banjir yang terjadi sebelumnya disebabkan oleh luapan air dari sungai dan saluran yang tersumbat oleh lumpur, kayu, dan sampah.

Kegiatan ini melibatkan personel gabungan dari Polres Aceh Selatan dan jajaran polsek, dengan dukungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Selatan.

"Personel membersihkan material lumpur, kayu, serta sampah yang menyumbat saluran air dan badan sungai agar aliran air kembali lancar dan mengurangi risiko banjir susulan di wilayah hilir," jelas Kapolres.

Selain sungai, pembersihan juga dilakukan pada saluran air di sepanjang jalan lintas Tapaktuan–Medan dan parit-parit di lingkungan permukiman warga.

Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mencegah air kembali meluap dan menimbulkan banjir.

Libatkan Alat Berat dan Peralatan Manual

Guna mempercepat proses normalisasi, dikerahkan sejumlah alat berat seperti satu bulldozer gandeng, satu dozer, dua ekskavator, dan 20 truk pengangkut.

Di samping alat berat, juga digunakan peralatan manual seperti cangkul dan sekop untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses.

"Kami berharap setelah normalisasi dan pembersihan saluran membuat aliran air menjadi lebih lancar, sehingga debit air di wilayah bawah dapat berkurang," katanya.

Normalisasi ini merupakan hasil sinergi antara Polres Aceh Selatan dengan pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya.

" Kami menegaskan peran Polri tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi kemanusiaan yang hadir langsung membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana alam," ia mengungkapkan.

Penulis :
Shila Glorya