Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Masjid Istiqlal dan IGF Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Masjid Istiqlal dan IGF Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang
Foto: (Sumber: Penyerahan bantuan bagi penyintas banjir di Aceh Tamiang oleh pengurus Masjid Istiqlal. ANTARA/HO-Badan Pengelola Masjid Istiqlal.)

Pantau - Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) bersama Istiqlal Global Fund (IGF) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana alam di Kabupaten Aceh Tamiang, sebagai wujud kepedulian nyata dari jamaah Masjid Istiqlal.

Fokus Bantuan pada Pemulihan Masjid dan Trauma Sosial

Bantuan ini merupakan hasil kolaborasi antara jamaah Masjid Istiqlal, BPMI, IGF, Palang Merah Indonesia (PMI), dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) sebagai mitra strategis.

Kepala Bidang Sosial dan Pemberdayaan Umat (Sosdaum) BPMI, Abu Hurairah Abdul Salam, menyampaikan bahwa bantuan tidak hanya menyasar kebutuhan darurat, tetapi juga pemulihan jangka panjang.

"Fokus bantuan ini tidak hanya pada kebutuhan darurat, tetapi juga untuk memulihkan kembali masjid-masjid yang terdampak bencana, menyediakan akses air bersih, serta mempersiapkan dukungan pemulihan trauma sosial pascabencana," ungkapnya.

Bantuan tersebut disalurkan langsung melalui PMI Kabupaten Aceh Tamiang.

Ia menegaskan bahwa kehadiran langsung tim BPMI dan IGF ke lokasi merupakan bentuk tanggung jawab moral dalam memastikan amanah dari jamaah tersalurkan secara tepat.

"Masjid kami pandang sebagai pusat pemulihan umat, baik secara spiritual maupun sosial," ujarnya.

Ajak Dunia Usaha Terlibat dalam Pemulihan Jangka Panjang

Direktur Utama IGF, Ahsanul Haq, menyatakan bahwa penanganan pascabencana membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.

"Setelah interaksi langsung dengan saudara-saudara kita di Tamiang, ke depan, IGF akan mengajak mitra-mitra IGF, khususnya dari sektor industri riil, untuk berperan aktif dalam membangun trauma center serta melakukan penataan kembali wilayah terdampak," jelas Ahsanul.

Penataan wilayah tersebut meliputi perbaikan sarana ibadah, infrastruktur pendidikan, serta membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya pelestarian lingkungan. 

Penulis :
Gerry Eka