
Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana memastikan kondisi pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, berada dalam situasi terkendali dan relatif kondusif.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan yang diterima di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin.
Tidak Ada Korban Jiwa, Warga Mulai Beraktivitas
Abdul Muhari menyampaikan bahwa tidak terdapat laporan korban jiwa maupun luka berat akibat gempa yang terjadi pada Sabtu 10 Januari pukul 21.58 WIB.
“Tidak terdapat laporan korban jiwa maupun luka berat akibat gempa tersebut. Sebagian warga memang masih mengalami trauma, namun situasi secara umum sudah kondusif,” ungkap Abdul Muhari.
BNPB memastikan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak gempa secara bertahap mulai kembali normal.
Berdasarkan pembaruan data BNPB hingga Minggu 11 Januari pukul 13.00 WIB, gempa berdampak pada sekitar 12 kepala keluarga.
Kerusakan material akibat gempa tercatat pada 12 unit rumah warga serta dua fasilitas kesehatan.
Proses pendataan dan verifikasi tingkat kerusakan masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.
Guncangan Kuat Sempat Picu Kepanikan Warga
Gempa bumi tersebut berpusat di laut pada kedalaman 17 kilometer dengan koordinat 3,64 Lintang Utara dan 126,98 Bujur Timur.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Guncangan gempa dirasakan cukup kuat selama sekitar 20 hingga 30 detik di Kecamatan Kabaruan, Damau, Melonguane, dan Salibabu.
Kuatnya guncangan sempat memicu kepanikan warga hingga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
BMKG juga mencatat adanya satu kali gempa susulan berkekuatan magnitudo 4,6 setelah gempa utama.
BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk memantau perkembangan kondisi serta memastikan keselamatan masyarakat.
“Aliran listrik yang sempat padam dilaporkan telah kembali normal,” ujar Abdul Muhari.
BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan serta menghindari bangunan yang mengalami retak atau berpotensi roboh.
Masyarakat juga diminta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan selalu mengikuti rilis resmi dari BMKG, BNPB, maupun BPBD setempat.
- Penulis :
- Aditya Yohan








