
Pantau - Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono mengingatkan bahwa aksi pemulihan lingkungan bukan sekadar pilihan, melainkan syarat mutlak bagi keberlangsungan hidup manusia.
Pernyataan tersebut disampaikan Diaz Hendropriyono dalam kegiatan penanaman pohon di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada Minggu, 11 Januari 2026.
Diaz menekankan pentingnya hidup berdampingan dengan pohon sebagai bagian dari tanggung jawab kemanusiaan.
“Kita harus hidup berdampingan dengan pohon dan idealnya setiap orang menanam setidaknya satu pohon. Karena oksigen adalah kebutuhan dasar manusia, maka kalau ada yang tidak pernah menanam pohon, itu bukan manusia,” ungkap Diaz.
Ketergantungan Manusia terhadap Pohon
Diaz menjelaskan bahwa satu manusia membutuhkan sekitar 0,5 kilogram oksigen per hari.
Ia menyebutkan bahwa satu pohon mampu memproduksi hingga 1,2 kilogram oksigen setiap hari.
Perbandingan tersebut menunjukkan tingginya ketergantungan manusia terhadap kelestarian flora.
Menurut Diaz, menanam pohon merupakan bentuk nyata rasa kemanusiaan sekaligus tanggung jawab menghadapi krisis iklim global.
Krisis Iklim dan Mitigasi Bencana
Kegiatan penanaman pohon tersebut dilakukan bersama Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo.
Hashim Djojohadikusumo menyampaikan bahwa Indonesia kerap menjadi korban dampak perubahan iklim yang sebagian besar bersumber dari aktivitas negara-negara maju.
Ia memaparkan adanya ketimpangan emisi karbon antarnegara, di mana rata-rata warga Indonesia menghasilkan sekitar 3 ton emisi karbon per tahun, sedangkan warga negara maju dapat mencapai hingga 13 ton per jiwa per tahun.
“Seperti yang disampaikan Wamen LH, perubahan iklim tidak bisa ditanggapi dalam waktu dekat. Karena penyebab perubahan iklim terjadi di belahan bumi lain. Ini fakta yang pahit bagi Indonesia,” ungkap Hashim.
Penanaman pohon di Tapanuli Utara juga dinilai sebagai langkah strategis mitigasi bencana hidrometeorologi.
Tapanuli Utara merupakan wilayah hulu Daerah Aliran Sungai Batang Toru yang berperan penting dalam mencegah banjir dan tanah longsor.
Bencana banjir dan longsor di wilayah tersebut pada November sebelumnya dilaporkan telah merenggut lebih dari 1.000 korban jiwa.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








