Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Tumpukan Sampah Lama di Pasar Induk Kramat Jati Berkurang Signifikan Setelah Pengangkutan Intensif

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Tumpukan Sampah Lama di Pasar Induk Kramat Jati Berkurang Signifikan Setelah Pengangkutan Intensif
Foto: (Sumber: Sebuah alat berat dari jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta mulai mengangkut tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (8/1/2026). ANTARA/Siti Nurhaliza/am..)

Pantau - Tumpukan sampah lama di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mulai berkurang secara signifikan setelah dilakukan pengangkutan intensif oleh Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur selama lima hari terakhir.

Dwi Firmansyah menyampaikan “Karena memang tumpukannya sudah sangat jauh berkurang, dari mulai setinggi enam meter, sekarang cuma tinggal sisa beberapa meter kubik saja. Ini tumpukan sampah lama, mudah-mudahan segera kita bisa tuntaskan,” ungkapnya.

Penanganan dilakukan secara masif dengan mengerahkan ratusan armada truk yang mengangkut sampah menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang.

Hampir seluruh sampah lama yang sempat menggunung telah berhasil diangkut dari kawasan pasar.

Dwi Firmansyah menegaskan “Dari tumpukan setinggi sekitar enam meter, sekarang tinggal sisa beberapa meter kubik saja. Kondisinya sudah jauh lebih kondusif,” katanya.

Hingga hari kelima penanganan, sebanyak 168 truk telah dikerahkan dengan total volume sampah lama yang diangkut hampir mencapai 2.000 ton.

Pada Senin 12 Januari, Sudin LH Jakarta Timur kembali memploting 36 kendaraan tambahan dengan target pengangkutan antara 350 hingga 500 ton.

Dengan skema dua rit pengangkutan, total sampah yang diproyeksikan terangkut dapat mencapai lebih dari 2.300 ton.

Dwi Firmansyah mengatakan “Sekarang baunya sudah tidak seperti sebelumnya, hanya bau normal. Ini karena volume sampah lama yang membusuk sudah jauh berkurang,” ujarnya.

Pengangkutan difokuskan pada sampah lama yang telah membusuk karena berpotensi menimbulkan bau lebih menyengat dibanding sampah baru.

Dalam proses pengangkutan, petugas sempat menghadapi kendala teknis akibat kondisi sampah yang basah dan padat.

Kendala tersebut diatasi dengan penggunaan alat berat untuk menggemburkan sampah agar lebih mudah diangkut.

Dwi Firmansyah optimistis sisa sampah lama dapat dituntaskan dalam waktu dekat.

Setelah tumpukan lama selesai ditangani, pengelolaan sampah akan kembali difokuskan pada pengangkutan rutin harian.

Dwi Firmansyah menargetkan “Targetnya, hari ini kondisi sudah benar-benar terkendali,” katanya.

Penanganan lonjakan timbulan sampah ditargetkan selesai dalam waktu lima hari akibat peningkatan volume signifikan selama musim buah.

Sebanyak 25 armada perbantuan dikerahkan dengan prioritas dua rit per hari menuju TPST Bantargebang.

Dalam kegiatan ini dikerahkan 23 pengemudi, dua operator alat berat, dan empat pengawas lapangan.

Pengangkutan melibatkan 13 unit dump truck, 10 unit tronton, dan dua unit shovel loader.

Seluruh proses pengangkutan sampah dilaksanakan sesuai Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah dan Peraturan Gubernur Nomor 102 Tahun 2021 tentang Kewajiban Pengelolaan Sampah di Kawasan dan Perusahaan Kawasan Komersial.

Penulis :
Aditya Yohan