Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemulihan Sawah Terdampak Banjir di Sumatera, Kementan Siapkan Anggaran Rp5 Triliun dan Cetak Sawah Baru

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pemulihan Sawah Terdampak Banjir di Sumatera, Kementan Siapkan Anggaran Rp5 Triliun dan Cetak Sawah Baru
Foto: Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian Sam Herodian menjawab pertanyaan awak media ditemui usai kegiatan Road to Jakarta Food Security Summit (JFSS) bertajuk Ketahanan Pangan untuk Menjaga Kedaulatan Bangsa di Jakarta, Selasa 13/1/2026 (sumber: ANTARA/Harianto)

Pantau - Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan anggaran sebesar Rp5 triliun untuk merehabilitasi lahan sawah yang rusak akibat bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Anggaran tersebut berasal dari pemerintah pusat sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabencana.

"Sudah dianggarkan Pak Menteri sekitar Rp5 triliun untuk itu," ungkap Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian, Sam Herodian, usai kegiatan Road to Jakarta Food Security Summit (JFSS) di Jakarta, Selasa, 13 Januari 2026.

Rehabilitasi Dimulai Serentak di Tiga Provinsi

Kementerian Pertanian akan memulai kegiatan groundbreaking sebagai tanda dimulainya rehabilitasi sawah terdampak pada Kamis, 15 Januari 2026, yang dipusatkan di Aceh dan dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman.

"Jadi hari Kamis pagi acara di Aceh untuk groundbreaking, artinya start untuk rehabilitasi lahan yang terdampak untuk tiga provinsi. Jadi Pak Menteri posisinya di sana, tapi teman-teman ada di Sumatera Utara, juga di Sumatera Barat," ungkap Sam Herodian.

Tim teknis dari Kementerian Pertanian akan diterjunkan ke ketiga provinsi tersebut guna mempercepat proses pemulihan.

Rehabilitasi akan difokuskan pada sawah yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang.

Untuk kerusakan berat atau puso, akan dilakukan koordinasi dengan kementerian teknis lain seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Jadi bukan Kementerian Pertanian semua, kalau yang berat PU nanti, kalau yang sedang sampai ringan dari kami. Di kami akan membentuk kembali lahannya sampai menanam, kita tangani, sampai bantuan peralatan," jelas Sam.

Cetak Sawah Baru dan Bantuan Gratis bagi Petani

Program rehabilitasi mencakup pembentukan kembali struktur lahan, perbaikan saluran irigasi, pendampingan penanaman, hingga bantuan alat dan mesin pertanian.

Pemerintah menargetkan seluruh proses pemulihan selesai pada musim tanam pertama agar petani tidak kehilangan kesempatan tanam.

"Lahan yang mengalami puso ini sudah tidak berbentuk sawah lagi. Untuk itu, Kementerian Pertanian akan melakukan perbaikan melalui program cetak sawah, termasuk penyediaan benih dan alat mesin pertanian agar lahan bisa kembali produktif," ujar Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, saat pelepasan bantuan HKTI di Jakarta, Rabu, 31 Desember 2025.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa seluruh proses rehabilitasi tidak akan membebani petani.

"Pemerintah ambil alih bangun sampai kembali seperti jadi sawah dan kami kirim peralatan, bantuan, benih gratis. Kami akan bangun seperti semula dan kami akan tanami sampai serah terima kepada pemiliknya," ia mengungkapkan.

Dari hasil pendataan awal, sekitar 70 ribu hektare lahan pertanian terdampak di wilayah Sumatera, dengan sekitar 11 ribu hektare di antaranya mengalami kerusakan berat atau puso.

Penulis :
Leon Weldrick