Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Stabilitas Domestik Dinilai Kunci Perkuat Diplomasi Indonesia di Tengah Dunia Multipolar

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Stabilitas Domestik Dinilai Kunci Perkuat Diplomasi Indonesia di Tengah Dunia Multipolar
Foto: (Sumber: Ilustrasi peta wilayah Indonesia. (Bayu Prasetyo))

Pantau - Perubahan keseimbangan kekuatan global akibat perang dagang, krisis energi, dan tekanan geopolitik menempatkan stabilitas domestik sebagai fondasi utama dalam memperkuat diplomasi Indonesia di tengah dunia yang semakin multipolar.

Artikel telaah yang ditulis Djoko Subinarto menegaskan bahwa stabilitas sebuah negara bukan warisan, melainkan hasil dari upaya berkelanjutan yang harus dirawat dan dibangun melalui kerja nyata.

Pengalaman Diplomasi dan Modal Soft Power Indonesia

Indonesia dipaparkan memiliki pengalaman panjang dalam diplomasi sejak era Presiden Sukarno yang menjadi pembelajaran penting dalam merespons dinamika global yang terus berubah.

Diplomasi dijelaskan tidak hanya sebatas perundingan formal, tetapi juga mencakup kemampuan membaca tren global, memahami kepentingan negara lain, serta memanfaatkan peluang untuk memperkuat kepentingan nasional.

Pakar hubungan internasional Harvard University Joseph Nye dikemukakan menekankan pentingnya konsep soft power sebagai elemen kekuatan negara di samping militer dan ekonomi.

Reputasi, budaya, serta kemampuan menarik simpati masyarakat internasional disebut menjadi faktor penentu posisi tawar sebuah negara.

Indonesia dinilai memiliki modal soft power kuat melalui Pancasila, keragaman budaya, serta posisi strategis di kawasan Asia Tenggara.

Stabilitas Domestik sebagai Fondasi Diplomasi

Artikel tersebut menegaskan bahwa soft power tidak akan efektif tanpa dukungan stabilitas domestik yang kuat sebagai fondasi menghadapi arus global.

Ketahanan ekonomi disebut sebagai pilar utama stabilitas domestik yang memungkinkan Indonesia meredam guncangan pasar global.

Cadangan devisa yang memadai dan diversifikasi ekspor dipandang penting agar Indonesia tidak mengorbankan kepentingan strategis nasional saat menghadapi tekanan global.

Ketahanan politik dinilai krusial karena stabilitas politik domestik memberi ruang bagi Indonesia untuk menentukan arah kebijakan luar negeri secara mandiri.

Diplomasi juga dipaparkan berperan sebagai alat untuk menjaga dan memperkuat ketahanan politik nasional.

Ketahanan sosial disebut menjadi pondasi penting karena masyarakat yang merasa aman dan hak-haknya terpenuhi akan memperkuat posisi tawar negara di tingkat global.

Minimnya konflik domestik dinilai mampu meningkatkan kredibilitas Indonesia di mata dunia internasional.

Ketahanan budaya turut berkontribusi menjaga stabilitas nasional melalui pelestarian nilai lokal, bahasa, dan identitas nasional di tengah modernisasi.

Nilai budaya tersebut dipandang memperkuat soft power Indonesia di tingkat global.

Dalam era digital, ketahanan nasional juga mencakup aspek teknologi dan informasi untuk melindungi data, infrastruktur vital, dan informasi publik dari ancaman global.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Ahmad Yusuf