Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Menteri PU Pastikan Tidak Ada Lagi Daerah Terisolasi Pascabencana di Sumatera, Fokus Pemulihan Infrastruktur Daerah

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Menteri PU Pastikan Tidak Ada Lagi Daerah Terisolasi Pascabencana di Sumatera, Fokus Pemulihan Infrastruktur Daerah
Foto: Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo (kiri) didampingi Dirjen Bina Marga Roy Rizali Anwar (kedua kiri) memberikan keterangan terkait penanganan pascabencana alam Sumatera di Jakarta, Jumat 16/1/2026 (sumber: ANTARA FOTO/Bayu Saputra)

Pantau - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dody Hanggodo memastikan seluruh kabupaten dan kota di tiga provinsi terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatera kini sudah tidak lagi terisolasi.

Kepastian tersebut disampaikan Dody dalam taklimat media di Kantor Kementerian PU, Jakarta, pada Jumat (15/1), berdasarkan pembaruan kondisi hari ke-52 pascabencana yang melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

"Jadi per hari ini, saya bisa katakan sudah tidak ada lagi kabupaten, kota yang terisolasi," ungkapnya.

Seluruh Akses Nasional Kembali Berfungsi

Menurut Dody, seluruh infrastruktur jalan dan jembatan nasional yang sempat terdampak kini telah kembali berfungsi secara fungsional, memungkinkan distribusi bantuan dilakukan melalui jalur darat.

Sebanyak 99 ruas jalan nasional dan 33 jembatan nasional yang sebelumnya sempat terputus kini sudah dapat dilalui, meskipun beberapa masih bersifat sementara dan belum diperbaiki secara permanen.

"Seluruh bantuan sudah dapat disalurkan melalui jalur darat," ia menegaskan.

Fokus Beralih ke Infrastruktur Daerah

Meski akses antarwilayah sudah pulih, tantangan besar masih terjadi di tingkat daerah, terutama di wilayah kecamatan dan desa.

"Sekarang kita fokus kepada kecamatan dan desa karena masih ada sekitar hampir 2.000-an jalan, jembatan daerah yang masih putus," ujar Dody.

Total infrastruktur daerah yang terdampak mencapai 2.710 unit, terdiri dari sekitar 1.900 ruas jalan daerah dan 753 jembatan daerah.

Dari jumlah tersebut, jalan daerah yang telah kembali berfungsi secara fungsional diperkirakan mencapai 72 persen, sedangkan jembatan daerah yang tertangani baru sekitar 12 persen.

Lambatnya pemulihan jembatan daerah disebabkan oleh tingkat kerusakan yang berat, seperti ambles dan putus total, sehingga membutuhkan pemasangan jembatan darurat seperti bailey dan aramco.

"Jadi kita kerja hand in hand terus-terusan dengan TNI, Polri, dan masyarakat agar urusan jembatan ini bisa kita selesaikan dalam waktu sesingkat-singkatnya," ia mengungkapkan.

Dody juga menegaskan bahwa meski akses utama sudah pulih, sejumlah infrastruktur jalan dan jembatan daerah masih membutuhkan perbaikan lanjutan.

Penulis :
Arian Mesa