
Pantau - Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Ditjen Bina Adwil) Kementerian Dalam Negeri meminta seluruh jajaran mengawal pelaksanaan program strategis tahun 2026 dengan penekanan pada efektivitas anggaran dan dampak nyata bagi masyarakat.
Direktur Jenderal Bina Adwil Safrizal Zakaria Ali menegaskan bahwa seluruh kegiatan tahun 2026 tidak boleh hanya menjadi rutinitas administratif tanpa hasil konkret.
Ia menginstruksikan jajaran Ditjen Bina Adwil untuk melakukan inovasi kegiatan dan tidak terpaku pada rapat serta perjalanan dinas semata.
Fokus utama diarahkan pada pencapaian indikator kinerja utama dan indikator kinerja program serta penciptaan dampak luas bagi pelayanan publik.
"Seluruh kegiatan harus berbasis data dan bukti lapangan. Kita harus fokus pada aktivitas yang inovatif dan memberikan dampak langsung, bukan sekadar menambah volume kegiatan rutin," ungkap Safrizal.
Fokus Pemulihan Bencana dan Penyesuaian Anggaran
Safrizal menekankan peran aktif Ditjen Bina Adwil dalam sub-urusan bencana, khususnya dalam pemulihan wilayah terdampak di Aceh.
Ia menyampaikan bahwa dirinya terus memantau dan mengoordinasikan langkah-langkah darurat serta pemulihan pascabencana di Aceh meskipun tengah menjalani agenda kick off anggaran.
Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026, Safrizal ditunjuk sebagai Koordinator Wilayah Aceh dalam Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Penugasan tersebut menuntut penyesuaian postur anggaran dan rencana kerja Ditjen Bina Adwil tahun 2026 guna mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana.
Salah satu fokus penting adalah koordinasi penyusunan Rencana Induk Penanggulangan Bencana Provinsi Aceh yang ditargetkan rampung pada Maret 2026.
Pagu Anggaran dan Peran Pembinaan Ditjen Bina Adwil
Sekretaris Ditjen Bina Adwil Sri Purwaningsih memaparkan bahwa Pagu Alokasi Anggaran Tahun Anggaran 2026 ditetapkan sebesar Rp362.032.974.000.
Namun demikian, terdapat pencadangan anggaran sebesar Rp54,4 miliar untuk mendukung prioritas direktif Presiden sehingga pagu efektif yang dikelola menjadi Rp307.534.215.000.
Meski terjadi penyesuaian anggaran, Ditjen Bina Adwil tetap optimistis mempertahankan kinerja tinggi berdasarkan realisasi anggaran tahun 2025 yang mencapai 99,45 persen dari pagu efektif per 14 Januari 2026.
Safrizal kembali menegaskan bahwa Ditjen Bina Adwil memiliki peran vital sebagai motor penggerak urusan pemerintahan di bidang pelayanan dasar sesuai mandat regulasi.
Fungsi pembinaan tersebut meliputi penyelenggaraan administrasi kewilayahan, ketertiban umum dan pelindungan masyarakat, serta penguatan hubungan pusat dan daerah termasuk fasilitasi peran Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat.
Safrizal berharap seluruh unit kerja menjadikan hal ini sebagai titik tolak percepatan pelaksanaan paket pekerjaan dan pengadaan barang dan jasa sejak awal tahun guna menghindari penumpukan kegiatan di akhir tahun anggaran.
- Penulis :
- Shila Glorya







