Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BGN Dorong Penggunaan Produk Lokal untuk Program Makanan Bergizi Demi Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

BGN Dorong Penggunaan Produk Lokal untuk Program Makanan Bergizi Demi Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Foto: Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sony Sanjaya (sumber: ANTARA/M Haris SA)

Pantau - Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar menggunakan produk lokal dalam pemenuhan kebutuhan program Makanan Bergizi (MBG), bukan dari luar daerah.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sanjaya, dalam kunjungannya di Banda Aceh pada Sabtu.

Sony menegaskan bahwa penggunaan produk lokal bertujuan agar perputaran uang dari program MBG tetap berada di daerah tersebut dan tidak keluar ke wilayah lain.

"Program MBG tidak hanya untuk pemenuhan gizi anak-anak penerima manfaat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di suatu daerah," ungkapnya.

Dampak Ekonomi dari Pasokan Luar Daerah

Sony memberikan contoh konkret, yaitu kebutuhan telur untuk program MBG di Kabupaten Pidie yang mencapai Rp100 miliar per tahun.

Jika telur tersebut dipasok dari luar daerah, maka seluruh nilai Rp100 miliar akan beredar di luar Kabupaten Pidie dan merugikan potensi ekonomi lokal.

"Begitu juga dengan kebutuhan lainnya, jika masih dipasok dari luar daerah, tentu yang rugi daerah tersebut, karena tidak mampu menyediakan pasokan kebutuhan pokok dari daerah sendiri. Dan ini tentu berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah tersebut," ia mengungkapkan.

Potensi Lokal di Aceh Sangat Besar

Menurut data BGN, saat ini terdapat 553 unit SPPG di Aceh dengan jumlah tenaga kerja lebih dari 28 ribu orang.

Jumlah penerima manfaat program MBG di Aceh mencapai 1,7 juta orang.

Jika setiap orang menerima alokasi dana sebesar Rp10 ribu per hari, maka total dana yang dikucurkan pemerintah untuk program ini di Aceh mencapai lebih dari Rp17 miliar setiap hari.

"Jika kebutuhan program MBG dipasok dari dalam daerah seperti Aceh, maka uang Rp17 miliar tersebut tidak keluar dari provinsi ujung barat Indonesia tersebut," ujar Sony.

BGN Serukan Penguatan Rantai Pasok Lokal

Atas dasar itu, BGN meminta satuan tugas program MBG di tiap daerah untuk mendorong SPPG menjaga rantai pasok kebutuhan dari daerah sendiri.

"Program MBG ini juga bertujuan untuk memberdayakan pertanian dan peternakan daerah setempat untuk memasok beras, sayuran, buah-buahan maupun daging. Tujuan untuk memberdayakan petani maupun peternak setempat dengan kehadiran program MBG," Sony menegaskan.

Penulis :
Leon Weldrick