Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Mataram Perluas Program "Tempah Dedoro", Sekolah Jadi Basis Pengolahan Sampah Organik Mandiri

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Mataram Perluas Program "Tempah Dedoro", Sekolah Jadi Basis Pengolahan Sampah Organik Mandiri
Foto: (Sumber: Seorang siswa sembuang sampah pada tempat yang disiapkan di salah satu sekolah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. ANTARA/Nirkomala.)

Pantau - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram akan memperluas penerapan sistem pengolahan sampah organik "tempah dedoro" ke lingkungan sekolah sebagai langkah konkret mendukung pengelolaan sampah dari sumbernya, sesuai instruksi Wali Kota Mataram.

Sistem "Tempah Dedoro": Ubah Sampah Jadi Kompos di Tempat

Program tempah dedoro menggunakan media buis beton (tabung beton) yang diberi penutup dan lubang sebagai wadah pembuangan sampah organik langsung di lokasi sumber, seperti sekolah, kantor, restoran, hingga hotel.

Untuk mempercepat proses penguraian dan mengurangi bau, sistem ini memanfaatkan cairan EM4 (mikroorganisme fermentasi) atau alternatif alami berupa air cucian beras.

Hasil penguraian berupa kompos alami kemudian dimanfaatkan untuk tanaman di halaman sekolah atau dibagikan kepada warga sekitar.

Langkah ini secara langsung mengurangi beban pembuangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, yang selama ini menjadi titik akhir penumpukan sampah Kota Mataram.

Edukasi Lingkungan dan Pengurangan Sampah ke TPA

Kota Mataram mencatat produksi sampah mencapai sekitar 250 ton per hari, dengan 60 persen di antaranya merupakan sampah organik, dan sisanya anorganik seperti plastik dan botol bekas.

Penanganan sampah anorganik juga sudah diarahkan secara terstruktur:

Kantong plastik dan kresek dialihkan ke TPST Sandubaya untuk diolah menjadi batako.

Botol bekas air mineral dikirim ke TPS Kebon Talo untuk proses daur ulang.

Hanya sampah residu yang tidak dapat diolah yang dikirim ke TPA.

Pendekatan ini dinilai lebih ramah lingkungan karena berbasis pada pengelolaan dari sumber serta memberi dampak langsung pada edukasi warga, pengurangan volume sampah, dan keberlanjutan ekosistem kota.

Penulis :
Gerry Eka