
Pantau - Akses menuju Desa Lubuk Sidup, Kabupaten Aceh Tamiang, yang sempat terisolasi akibat banjir besar pada November 2025, segera pulih berkat pembangunan jembatan gantung sepanjang 120 meter yang dikerjakan oleh TNI dan tenaga sipil.
Progres Pembangunan Jembatan dan Keterlibatan TNI
Pembangunan jembatan gantung dilakukan oleh prajurit TNI Angkatan Darat dari Korem 001/Lilawangsa, yang telah menyelesaikan fondasi pada kedua sisi jembatan menggunakan batu kokoh.
Tiang-tiang berwarna biru telah dipasang dan siap disambungkan dengan struktur utama jembatan yang sudah dihiasi bendera Merah Putih.
Tali-tali besi juga telah dibentangkan, dan proses pemasangan pijakan sedang berlangsung untuk memastikan jembatan dapat segera digunakan.
Jembatan gantung ini akan menghubungkan Kecamatan Sekerak dengan Kecamatan Bandar Pusaka, membuka kembali konektivitas penting antarwilayah yang sempat terputus.
Selama pembangunan masih berlangsung, warga masih mengandalkan perahu dan boat untuk menyeberangi Sungai Tamiang.
Peran Vital Jembatan bagi Mobilitas dan Logistik
Jembatan ini akan menjadi jalur utama tidak hanya untuk aktivitas harian masyarakat, tetapi juga untuk pengiriman logistik dan distribusi material pembangunan desa yang sempat terganggu akibat banjir.
Pemerintah menargetkan pembangunan total 200 jembatan di wilayah bencana yang meliputi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat hingga Februari 2026.
Jenis jembatan yang dibangun mencakup jembatan bailey, jembatan armco, dan jembatan gantung, disesuaikan dengan kondisi geografis masing-masing lokasi terdampak.
Dengan kehadiran jembatan gantung ini, warga Desa Lubuk Sidup dan sekitarnya diharapkan segera dapat kembali beraktivitas secara normal dan aman.
- Penulis :
- Gerry Eka
- Editor :
- Tria Dianti







