Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Wamendagri Bima Arya Ingatkan Praja IPDN Jaga Kinerja dan Akhiri Pengabdian Tanpa Catatan Negatif di Aceh Tamiang

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Wamendagri Bima Arya Ingatkan Praja IPDN Jaga Kinerja dan Akhiri Pengabdian Tanpa Catatan Negatif di Aceh Tamiang
Foto: Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengingatkan Praja Pratama Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk menjaga konsistensi kinerja di Aceh Tamiang (sumber: Kemendagri)

Pantau - Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengingatkan Praja Pratama Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk menjaga konsistensi kinerja selama bertugas di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, serta mengakhiri masa pengabdian tanpa meninggalkan catatan negatif.

Arahan Tegas untuk Praja IPDN

Ia menegaskan bahwa gelombang ketiga penugasan Praja IPDN berpotensi menjadi penugasan terakhir sehingga seluruh praja diminta menutup pengabdian dengan baik.

Ia menyampaikan pesan, "Tolong selalu jaga nama baik dari institusi kebanggaan kita IPDN dan Kemendagri," ungkapnya.

Arahan tersebut disampaikan setelah dirinya menjadi pembina apel penerimaan Satuan Praja Pratama atau praja tingkat satu di Aceh Tamiang.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan pengabdian tidak hanya ditentukan oleh awal penugasan, melainkan bagaimana praja mampu menyelesaikan tugas hingga akhir.

"Perlombaan sering kali ditentukan bukan bagaimana kita start, tetapi bagaimana kita bisa menutup dan mengakhiri," ia mengungkapkan.

Kondisi Lapangan dan Tantangan Berbeda

Bima Arya mengungkapkan bahwa kondisi Aceh Tamiang tiga bulan sebelumnya berada dalam situasi sulit dengan keterbatasan sarana dasar dan aktivitas pemerintahan yang sempat terhenti.

"Tiga bulan lalu tempat ini betul-betul lumpuh. Suasananya jauh berbeda ketika senior kalian memasuki tempat ini. Suasananya mencekam, tidak ada penerangan, tidak ada air, aktivitas lumpuh semua," ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa praja yang bertugas sebelumnya menghadapi kondisi yang jauh dari ideal, namun dalam tiga bulan situasi mulai pulih berkat kerja keras praja bersama pemerintah daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.

Saat ini aktivitas pemerintahan telah kembali berjalan dan layanan publik mulai normal.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi praja saat ini memiliki karakter berbeda dan tidak boleh dianggap lebih ringan.

"Jangan salah memahami situasi membaca lapangan, jangan pernah menganggap enteng," tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa sebelumnya praja berperan dalam pemulihan fungsi pemerintahan, sedangkan saat ini penugasan menuntut keterlibatan langsung di tengah masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, ia juga meninjau titik operasi di Dusun Bahagia dan Dusun Amalia yang menjadi lokasi penugasan praja.

Di lokasi tersebut, praja difokuskan pada kegiatan pembersihan lumpur di rumah warga, drainase, dan jalan desa sebagai bagian dari percepatan pemulihan lingkungan pascabencana.

Penulis :
Arian Mesa