
Pantau - Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Kepala Basarnas Marsda TNI Mohammad Syafii, serta unsur Forkopimda melakukan evaluasi perkembangan pencarian korban pesawat ATR 42-500 di Makassar.
Evaluasi tersebut digelar di Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Kelas A Makassar untuk membahas perkembangan operasi pencarian dan pertolongan pesawat yang dinyatakan hilang kontak.
Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan seluruh unsur yang terlibat terus berupaya maksimal dalam proses pencarian dan pertolongan korban.
Evaluasi dilakukan secara menyeluruh guna memastikan strategi pencarian berjalan efektif, terkoordinasi, dan mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan.
Operasi Pencarian Lanjutan
Andi Sudirman menegaskan operasi pencarian lanjutan akan terus dilakukan oleh tim gabungan dari berbagai instansi.
"Rencana pencarian lanjutan akan terus dilakukan oleh tim gabungan kurang lebih 1000-an personel. Mari kita semua mendoakan yang terbaik dan mengajak semua pihak untuk bersabar," ungkap Andi Sudirman Sulaiman.
Ia menambahkan informasi resmi terkait perkembangan hasil pencarian akan disampaikan langsung oleh Kepala Basarnas.
Operasi pencarian dan evakuasi disebut masih berlangsung dengan koordinasi lintas instansi dari unsur pusat dan daerah.
Kronologi Hilangnya Pesawat
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak saat hendak mendarat di Bandara Hasanuddin.
Pesawat tersebut hilang kontak di wilayah pegunungan Bulusaraung yang berada di perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Peristiwa hilangnya kontak pesawat terjadi pada Sabtu siang, 17 Januari 2026.
Pemerintah daerah dan pemerintah pusat menyatakan komitmen untuk memastikan proses pencarian berjalan optimal serta aman bagi seluruh personel yang terlibat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








