
Pantau - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai sektor energi, pangan, dan manufaktur berpotensi besar menarik minat investor pada World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss.
Fokus Investasi Energi dan Transisi Energi
Sektor energi menjadi fokus utama karena komitmen pemerintah terhadap transisi energi dan pengembangan energi terbarukan.
Esther Sri Astuti mengungkapkan, "Indonesia sangat membutuhkan investasi pada sektor transisi energi, energi terbarukan, serta industri hijau."
Presiden telah mencanangkan proyek pengembangan kapasitas listrik hingga 100 gigawatt sebagai bagian dari agenda energi nasional.
Penguatan ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle juga dipandang sebagai peluang utama yang dapat ditawarkan Indonesia di WEF.
Peluang Investasi Pangan dan Manufaktur
Sektor pangan memiliki daya tarik tinggi karena berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan nasional dan regional.
Investasi di sektor pangan juga dipandang mampu mendorong pertumbuhan industri padat karya.
Sektor manufaktur menjadi sektor potensial berikutnya, terutama industri bernilai tambah tinggi.
Industri tekstil mulai kembali dikembangkan agar tetap kompetitif di tingkat internasional.
Strategi dan Pendekatan Pemerintah
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menyatakan, "Kehadiran Indonesia di WEF 2026 merupakan bagian dari strategi diplomasi ekonomi yang konsisten."
Pemerintah menawarkan stabilitas ekonomi, kepastian kebijakan, serta peluang investasi jangka panjang yang kompetitif.
Pendekatan Indonesia Incorporated melalui sinergi pemerintah, pengelola aset negara, dan dunia usaha menjadi strategi utama.
Indonesia Pavilion dengan tema Indonesia Endless Horizons disiapkan sebagai wadah promosi investasi terpadu, dan Indonesia Night menjadi sarana diplomasi ekonomi informal untuk mempertemukan pemimpin dunia, investor global, dan pelaku usaha internasional.
Pemerintah dinilai perlu memberikan insentif investasi yang fleksibel, lebih personal, serta menyiapkan peta jalan dan rencana bisnis yang jelas dan terukur untuk meyakinkan investor.
- Penulis :
- Aditya Yohan








