Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

KAI Lanjutkan Pemulihan Operasional Usai Banjir dengan Pembatasan Kecepatan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

KAI Lanjutkan Pemulihan Operasional Usai Banjir dengan Pembatasan Kecepatan
Foto: (Sumber: Foto udara suasana jalur rel kereta api terendam banjir di sekitar Stasiun Pekalongan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (17/1/2026). ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/bar/am.)

Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) meneruskan proses pemulihan operasional perjalanan kereta api yang terdampak banjir pada Senin pagi dengan menerapkan pengaturan perjalanan secara hati-hati dan adaptif.

KAI menegaskan keselamatan menjadi prioritas utama dengan seluruh keputusan operasional diambil berdasarkan pemeriksaan teknis lapangan serta dinamika cuaca dan prasarana.

Hingga Senin pagi penanganan prasarana di sejumlah titik terdampak menunjukkan kemajuan sehingga kereta api sudah dapat melintas kembali di lintasan utama dengan pengaturan kecepatan dan pengamanan sesuai standar keselamatan.

Di Daop 4 Semarang pemulihan pada petak jalan Pekalongan–Sragi menunjukkan perkembangan signifikan.

Sekitar pukul 05.10 WIB genangan di jalur hulu dan hilir Pekalongan–Sragi berhasil ditangani.

Seluruh kereta api kembali dapat melintas menggunakan lokomotif dinas masing-masing.

Namun masih diberlakukan pembatasan kecepatan 30 kilometer per jam.

Pembatasan kecepatan dilakukan sambil menunggu pemadatan balas menggunakan Multi Tie Tamper atau MTT.

MTT digunakan untuk mengangkat menata dan memadatkan batu balas agar geometri rel sesuai standar keselamatan.

Penanganan prasarana juga dilakukan melalui ecer balas dan pengangkatan jalur secara manual.

Penanganan dilanjutkan dengan ecer balas lanjutan pengangkatan jalur di titik tertentu serta rencana pemecokan menggunakan alat berat jika memungkinkan.

Di Daop 1 Jakarta genangan air di emplasemen Kampung Bandan telah tertangani.

Pengangkatan jalur manual di Kampung Bandan dilakukan sejak Minggu sore hingga malam.

Pengangkatan jalur kemudian dilanjutkan menggunakan kendaraan pemeliharaan jalan rel atau KPJR.

Penanganan di Kampung Bandan dinyatakan selesai pada pukul 04.30 WIB.

Kereta api pertama melintas dengan pembatasan kecepatan 20 kilometer per jam.

Kecepatan perjalanan berikutnya meningkat secara bertahap sesuai hasil evaluasi teknis lapangan.

Hingga Senin 19 Januari 2026 KAI masih membatalkan 34 perjalanan kereta api jarak jauh sebagai bagian dari pengaturan operasional selama proses pemulihan.

Secara kumulatif sekitar 38 ribu pelanggan telah melakukan pembatalan tiket.

Pengaturan operasional dilakukan untuk memastikan perjalanan tetap aman bagi pelanggan dan petugas.

Gangguan operasional dipicu curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem sejak Jumat 16 Januari 2026.

Curah hujan tersebut menyebabkan luapan sungai dan jebolnya tanggul di sekitar lintasan Pekalongan–Sragi.

Di wilayah Jakarta hujan deras juga menimbulkan genangan di sejumlah emplasemen dan petak jalan operasional.

KAI menyatakan kondisi tersebut merupakan force majeure akibat faktor alam.

KAI menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi.

KAI memastikan hak pelanggan tetap dipenuhi melalui service recovery dan pengembalian bea tiket 100 persen sesuai ketentuan.

Informasi resmi dan layanan tiket dapat diakses melalui aplikasi Access by KAI.

Layanan informasi juga tersedia melalui Call Center 121 WhatsApp email dan media sosial resmi KAI.

KAI akan terus menyampaikan perkembangan kondisi operasional secara berkala kepada masyarakat.

Penulis :
Ahmad Yusuf