Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BRIN Siapkan Proyeksi Teknologi Masa Depan untuk Antisipasi Ancaman dan Dukung Industrialisasi Nasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BRIN Siapkan Proyeksi Teknologi Masa Depan untuk Antisipasi Ancaman dan Dukung Industrialisasi Nasional
Foto: (Sumber: Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria (tengah) di sela-sela kegiatan Kick-off Meeting Forum Komunikasi Riset dan Inovasi (FKRI) 2026 di Jakarta, Senin (19/1/2026). ANTARA/Sean Filo Muhamad.)

Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional menyiapkan proyeksi teknologi masa depan atau future technology forecast guna mengantisipasi ancaman masa depan sekaligus meningkatkan daya saing riset dan industrialisasi nasional.

Proyeksi Teknologi untuk Arah Industrialisasi

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala BRIN Arif Satria dalam Kick-off Meeting Forum Komunikasi Riset dan Inovasi 2026 yang digelar di Jakarta pada Senin, 19 Januari 2026.

"Kami juga sedang mempersiapkan bagaimana kita harus hadir dengan future technology forecast, memproyeksikan teknologi-teknologi masa depan," ungkap Arif.

Arif Satria menyebut proyeksi teknologi masa depan penting sebagai acuan dalam menentukan arah kebijakan industrialisasi nasional agar tidak hanya bertumpu pada kondisi teknologi saat ini.

Ia mengingatkan bahwa teknologi yang digunakan saat ini berpotensi menjadi tidak relevan dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang.

"Oleh karena itu dalam rangka meningkatkan relevansi kerangka industrialisasi kita ke depan, maka proyeksi teknologi ke depan ini harus benar-benar diidentifikasi dengan cermat," ujarnya.

Arif menjelaskan bahwa teknologi terkini seperti kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk menyusun proyeksi tersebut, termasuk mengidentifikasi teknologi unggulan pada periode 2030 hingga 2035.

"Sehingga, dari saat inilah kita akan bisa persiapkan risetnya, mempersiapkan karakter investasinya, sehingga kita bisa survive, atau industrialisasi kita ini benar-benar memberikan value bagi kemajuan ekonomi kita," ungkapnya.

Hilirisasi dan Kemandirian Teknologi

Dalam forum yang sama, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu menyampaikan bahwa negara membutuhkan stimulus untuk mengoptimalkan kekuatan sumber daya alam nasional.

Todotua menekankan bahwa hilirisasi tidak dapat dilepaskan dari penguasaan sains dan teknologi serta dukungan penanaman modal agar negara lebih mandiri dalam mengelola sumber daya alam.

"Dengan adanya forum komunikasi BRIN ini, ke depannya pun kita bisa punya kualitas teknologi yang baik," ujarnya.

"Sehingga, kita punya kemandirian dalam mengelola sumber daya alam kita," tambah Todotua.

Ia menegaskan bahwa tujuan akhir dari penguatan riset, teknologi, dan investasi adalah menciptakan daya saing yang kompetitif serta pemanfaatan sumber daya alam secara maksimal.

Forum Komunikasi Riset dan Inovasi juga ditegaskan sebagai wadah strategis konsolidasi riset nasional untuk menyelaraskan kebijakan, investasi, dan pengembangan teknologi.

Penulis :
Ahmad Yusuf