Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pulihkan Fasilitas Kesehatan Pascabencana, Menkes Targetkan Maret 2026 Seluruh Layanan Kembali Normal

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Pulihkan Fasilitas Kesehatan Pascabencana, Menkes Targetkan Maret 2026 Seluruh Layanan Kembali Normal
Foto: Tangkapan layar - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam rapat bersama DPR di Jakarta, Senin 19/1/2026 (sumber: YouTube TVR Parlemen)

Pantau - Pemerintah menargetkan seluruh layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana di Sumatra dapat pulih dan beroperasi penuh pada Maret 2026, sebagaimana disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Target Pemulihan Fasilitas Kesehatan

"Target kita berikutnya adalah di bulan Maret kita mau recover semuanya 100 persen. Jadi Bapak-Ibu kalau datang nanti, kita udah list semua rumah sakit, puskesmas, kurangnya apa," ungkap Budi dalam pernyataannya.

Sejumlah fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas masih membutuhkan banyak peralatan agar pelayanan kembali normal. Salah satu tantangan terbesar adalah kerusakan ribuan kasur akibat lumpur yang masuk saat banjir menerjang.

Budi juga mencontohkan kerusakan parah yang terjadi pada kendaraan medis. "Ini saya kasih contoh. Contohnya misalnya, begitu banjir, ambulans rusak semua. Jadi mereka minta baru kan, saya bilang jangan gitu," ia mengungkapkan.

Untuk mengatasi hal tersebut, Budi telah menghubungi beberapa perusahaan otomotif seperti Astra, Daihatsu, dan Isuzu guna membantu memperbaiki ambulans.

"Mobil-mobil yang lain belum beresin, masih rusak semua tuh, mobil pemerintah, swasta, kalau ambulans relatif sudah sekarang mungkin 70-80 persen sudah bisa beroperasi kembali," jelasnya.

Selain memperbaiki armada dan peralatan medis, Kementerian Kesehatan juga membuka donasi publik untuk memenuhi kebutuhan alat kesehatan lainnya seperti x-ray.

Fokus pada Tenaga Kesehatan yang Terdampak

Pemerintah juga menaruh perhatian khusus pada kondisi tempat tinggal para tenaga medis yang terdampak bencana.

"Nakes itu harus melayani masyarakat. Kalau nakesnya sendiri masih bingung ngurusin rumahnya, karena dia rumahnya hilang, atau kotor, gimana dia bisa bekerja," ujar Budi.

Pemerintah telah mengajukan daftar sekitar 3.265 rumah tenaga kesehatan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Dalam Negeri untuk direhabilitasi.

"Mudah-mudahan supaya bisa mendapatkan prioritas. Karena anggarannya kan kalau dia rusak kecil itu Rp15 juta, dikasih uang, rusak sedang Rp30 juta, kalau rusak berat dikasih Rp60 juta, tapi dalam bentuk rumah," tambahnya.

Budi menyampaikan harapan agar perbaikan rumah-rumah tersebut dapat selesai sebelum bulan Ramadhan atau Idul Fitri agar para tenaga medis bisa kembali bekerja secara optimal melayani masyarakat.

Penulis :
Arian Mesa