
Pantau - Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Ismail menegaskan pemerintah memastikan transformasi digital lima tahun ke depan berdampak langsung bagi masyarakat, melalui layanan publik yang mudah diakses, ruang digital aman, dan peluang ekonomi digital lebih merata.
Pernyataan itu disampaikan dalam forum ASEAN Digital Ministers’ Meeting (ADGMIN) di Hanoi, Vietnam, yang menjadi ajang tahunan bagi menteri digital dan pemangku kepentingan ASEAN membahas perkembangan digitalisasi serta pemanfaatan teknologi untuk peningkatan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat.
"Renstra Komdigi selaras dengan agenda digital ASEAN. Indonesia mengambil peran aktif agar kerja sama kawasan memberi manfaat nyata bagi warga, pelaku usaha, dan pemerintah daerah," ungkap Ismail.
Ismail menekankan tantangan digital kini bukan sekadar konektivitas, tetapi memastikan teknologi digunakan aman, saling terhubung, dan memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan warga.
Renstra Kemkomdigi 2025–2029 mengusung visi Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga.
Terhubung berarti akses digital merata hingga ke daerah, Tumbuh berarti transformasi digital membuka peluang usaha, lapangan kerja, dan efisiensi layanan publik, sedangkan Terjaga menekankan perlindungan data, keamanan siber, dan kepercayaan publik sebagai fondasi utama.
Ismail menambahkan, "Kecerdasan terhubung harus mempersempit kesenjangan digital. Teknologi harus melayani masyarakat, bukan sebaliknya," untuk menegaskan arah transformasi digital yang berpihak pada publik dan memastikan manfaat ekonomi digital dirasakan lebih luas.
- Penulis :
- Aditya Yohan







