
Pantau - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI menerima kunjungan kehormatan dari Algeria-Indonesia Parliamentary Friendship Group pada Selasa, 20 Januari 2026, di Jakarta, sebagai bagian dari upaya memperluas kerja sama internasional di bidang pendidikan tinggi.
Wakil Menteri Kemdiktisaintek, Fauzan, menyatakan bahwa kerja sama pendidikan internasional adalah kunci dalam pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas industri berbasis riset.
Ia menegaskan pentingnya memperluas skema kerja sama, seperti pertukaran mahasiswa, dosen tamu (visiting professor), dan kolaborasi riset, termasuk dengan Pemerintah Aljazair.
Beasiswa dan Pembelajaran di Bidang Strategis Jadi Fokus
Fauzan menyampaikan harapan agar kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Aljazair dapat mencakup pemberian beasiswa serta fasilitasi pembelajaran bagi mahasiswa di bidang-bidang strategis.
Ia menambahkan bahwa cakrawala kerja sama pendidikan sangat luas dan pada akhirnya akan memperkuat sektor pendidikan tinggi nasional.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi, menyebut bahwa Aljazair merupakan salah satu negara prioritas dalam pengembangan kemitraan internasional di sektor pendidikan tinggi.
Menurut Khairul, Indonesia dan Aljazair telah menjalin kerja sama yang baik, terutama melalui dua program beasiswa unggulan: Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) dan The Indonesian Aid Scholarship (TIAS).
Aljazair Dorong Generasi Baru Jembatani Hubungan Bilateral
Kepala Delegasi Kelompok Persahabatan Parlemen Aljazair–Indonesia, Mohammed Yazid Benhemouda, menyambut baik kerja sama tersebut dan mendorong peningkatan jumlah beasiswa dari dan ke Aljazair.
Ia menyatakan bahwa Aljazair berharap akan lahir generasi baru yang dapat menjadi jembatan hubungan antara kedua negara.
Mohammed Yazid juga menilai bahwa program Beasiswa KNB telah memberi dampak positif dan berharap kesempatan yang lebih luas dapat diberikan kepada mahasiswa dan ilmuwan Aljazair untuk belajar di Indonesia.
Sementara itu, Dirjen Khairul menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan langkah-langkah untuk memperluas cakupan penerima beasiswa internasional.
Langkah-langkah tersebut mencakup peningkatan penyebaran informasi, mobilisasi mahasiswa dan dosen, serta kerja sama antarkampus.
Ia menegaskan bahwa prioritas utama Kemdiktisaintek adalah memperkuat ekosistem pendidikan tinggi melalui interaksi dan kolaborasi dengan mitra internasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan







