Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Banjir Surut, Kemacetan Panjang Melanda Jalan DI Panjaitan Jakarta Timur

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Banjir Surut, Kemacetan Panjang Melanda Jalan DI Panjaitan Jakarta Timur
Foto: (Sumber: Kemacetan panjang terjadi di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, Kamis (22/1/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza).)

Pantau - Kemacetan panjang terjadi di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, pada Kamis, 22 Januari 2026, usai surutnya banjir yang sebelumnya merendam ruas jalan tersebut.

Sejak pukul 07.30 WIB, antrean kendaraan roda dua dan roda empat mengular sepanjang beberapa kilometer, terutama dari arah Cawang menuju Jatinegara.

Kondisi jalan yang masih basah dan licin menyebabkan laju kendaraan tersendat.

Selain itu, sisa kerikil pascabanjir yang tertinggal di badan jalan juga memperparah situasi lalu lintas.

"Macetnya dari jam 06.00 WIB udah ramai banget, udah jalan dikit-dikit doang, apalagi tadi sempet banjir sedikit," ujar Kevin (29), seorang pengendara sepeda motor.

Petugas Dikerahkan, Warga Terjebak Kemacetan Lebih dari Satu Jam

Pengendara tampak memperlambat laju kendaraan saat melintasi titik-titik rawan untuk menghindari kecelakaan.

Petugas Kepolisian bersama Dinas Perhubungan berjaga di sejumlah persimpangan guna mengatur lalu lintas yang padat.

Beberapa personel dari Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) juga terlihat bersiaga di sepanjang ruas jalan untuk membersihkan sampah yang menyumbat tali-tali air.

Michael (36), salah satu pengendara, mengaku terjebak kemacetan selama lebih dari satu jam.

"Saya tadi dari Cililitan mau berangkat kerja ke daerah Rawamangun. Tadi sempat banjir, tapi Alhamdulillah sekarang udah nggak terlalu," ungkapnya.

Kemacetan diperparah oleh volume kendaraan yang tinggi, terutama pada jam berangkat kerja.

Sebelumnya, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan ruas Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, terendam banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar 40 sentimeter.

Akibatnya, pengendara harus melaju secara bergantian di lajur paling kanan untuk menghindari risiko mogok mesin.

 

Penulis :
Aditya Yohan