Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

KKP Pastikan Hak Keluarga Anumerta Deden Maulana Terpenuhi Usai Gugur Saat Bertugas

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

KKP Pastikan Hak Keluarga Anumerta Deden Maulana Terpenuhi Usai Gugur Saat Bertugas
Foto: (Sumber: Upacara persemayaman jenazah Anumerta Deden Maulana di Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (22/1/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.)

Pantau -  Kementerian Kelautan dan Perikanan memastikan seluruh hak keluarga Anumerta Deden Maulana terpenuhi setelah gugur saat menjalankan tugas negara dalam misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP Pung Nugroho Saksono menyampaikan pesan Menteri Kelautan dan Perikanan bahwa putra Deden Maulana akan diberikan beasiswa hingga perguruan tinggi.

KKP juga memastikan istri almarhum yang bernama Vera direkrut menjadi pegawai KKP untuk melanjutkan kinerja dan pengabdian mendiang.

Hak keluarga lainnya yang dipastikan terpenuhi meliputi asuransi sesuai ketentuan yang berlaku.

Pung Nugroho Saksono menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Deden Maulana yang meninggal saat menjalankan tugas pengawasan di wilayah perairan Republik Indonesia.

Ia menyatakan bahwa tugas pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan merupakan pekerjaan berat dan penuh risiko.

Pung menegaskan KKP selalu mendampingi personel dalam setiap operasi pengawasan baik di udara maupun di laut.

Atas nama pribadi dan keluarga besar Direktorat Jenderal PSDKP serta KKP, Pung menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi dan jasa Deden Maulana selama bertugas.

Upacara persemayaman jenazah Deden Maulana dimulai pada pukul 10.36 WIB dan dalam upacara tersebut almarhum dianugerahi pangkat Anumerta.

Jenazah Deden Maulana selanjutnya dimakamkan di Kota Garut, Jawa Barat.

Jenazah Deden Maulana ditemukan oleh Tim SAR gabungan dalam operasi pencarian pada Minggu 18 Januari sekitar pukul 14.20 Wita.

Lokasi penemuan berada di lereng Gunung Bulusaraung dengan kedalaman sekitar 300 meter.

Pesawat yang ditumpangi korban dilaporkan jatuh setelah menabrak gunung pada Sabtu 17 Januari siang.

Jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 berjenis kelamin laki-laki berhasil diidentifikasi melalui tes post mortem dan ante mortem.

Proses identifikasi dilakukan di Posko DVI Biddokes Polda Sulawesi Selatan di Jalan Kumala Makassar.

Hasil identifikasi memastikan korban adalah Deden Maulana yang diketahui sebagai pegawai bidang pengelola barang milik daerah di KKP.

Deden Maulana tercatat sebagai salah satu penumpang pesawat ATR milik Indonesia Air Transport.

Penulis :
Ahmad Yusuf