Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kemenhaj Tegaskan Siskohat sebagai Nyawa Penyelenggaraan Haji 2026, Petugas Dituntut Sigap dan Tangguh

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemenhaj Tegaskan Siskohat sebagai Nyawa Penyelenggaraan Haji 2026, Petugas Dituntut Sigap dan Tangguh
Foto: (Sumber: Fasilitator Layanan Siskohat Fahmi memberikan keterangan ke awak media di sela-sela sesi pembekalan peserta diklat calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (23/1) ANTARA/Citro Atmoko)

Pantau - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menekankan pentingnya Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) sebagai elemen paling vital atau “nyawa” dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M.

Siskohat Jadi Pusat Kendali Seluruh Layanan Haji

Fahmi, Fasilitator Layanan Siskohat, menyampaikan bahwa seluruh aspek penyelenggaraan haji—mulai dari akomodasi, transportasi, hingga layanan kesehatan—sangat bergantung pada keakuratan dan kecepatan informasi dari sistem Siskohat.

“Tugas Siskohat ini bagian yang strategis perihal data. Data itu adalah bagian utama dari penyelenggaraan. Informasi harus akurat, terlaksana, dan benar-benar bisa digunakan dalam seluruh lini tugas,” ujar Fahmi dalam pembekalan calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa Siskohat terus berinovasi mengikuti dinamika penyelenggaraan haji di Arab Saudi.

Salah satu pembaruan teknis adalah perubahan algoritma dan pembatasan penggunaan syarikah (penyedia layanan di Arab Saudi) maksimal dua entitas dalam sistem, guna meningkatkan pengawasan dan efisiensi alur data.

Data yang dikelola dalam Siskohat meliputi:

  • Data kloter
  • Manifes jamaah
  • Data pergerakan jamaah (keberangkatan dan kedatangan)
  • Distribusi jamaah di setiap Daerah Kerja (Daker)

Dengan tingginya mobilitas jamaah, kecepatan pemrosesan data menjadi faktor kunci dalam pengambilan keputusan oleh pimpinan.

Namun, teknologi canggih saja tidak cukup tanpa dukungan sumber daya manusia (SDM) yang tangguh dan terlatih.

Petugas Siskohat Diwajibkan Bekerja Cepat, Komunikatif, dan Tahan Tekanan

Fahmi mengungkapkan bahwa sistem Siskohat beroperasi 24 jam nonstop, sehingga setiap sektor harus memiliki minimal dua petugas, masing-masing bekerja dalam dua shift selama 12 jam.

“Di setiap sektor harus ada minimal dua orang petugas Siskohat. Karena, mereka bekerja 24 jam, jadi dibagi dua shift masing-masing 12 jam. Sistemnya adalah komunikasi yang tidak boleh putus,” jelas Fahmi.

Ia menekankan bahwa keterlambatan input data bisa berdampak fatal terhadap jalannya penyelenggaraan haji.

“Petugas harus bawel. Jangan baper kalau ditagih data atau harus menagih data ke divisi lain. Data itu harus cepat. Jangan sampai ada informasi yang belum didapatkan lalu petugas diam saja,” katanya.

Titik paling rawan dalam operasional Siskohat adalah saat proses kedatangan jamaah.

Kondisi jamaah sangat beragam, mulai dari yang sehat hingga masih dirawat di rumah sakit.

Jika data tidak diperbarui secara real-time, maka kondisi jamaah bisa tidak terpantau dengan baik.

“Intinya kita fokus di data. Informasi harus update. Kalau data terlambat, itu bagian dari kerawanan,” tegas Fahmi.

Petugas Berpengalaman Dikerahkan untuk Haji 2026

Untuk menjamin kelancaran operasional haji 2026, Kemenhaj menurunkan tim Siskohat yang sebagian besar terdiri dari personel berpengalaman.

Saat ini terdapat sekitar 23 personel inti, dan jumlah itu akan ditambah untuk memenuhi kebutuhan di pos-pos vital.

Sektor Makkah yang memiliki 10 sektor membutuhkan setidaknya 20 petugas, sementara sektor Madinah yang terdiri dari lima sektor membutuhkan 10 petugas tambahan.

Jumlah ini belum termasuk tim yang bertugas di kantor Daerah Kerja (Daker).

Mayoritas petugas merupakan “pemain lama” dengan rekam jejak panjang, bahkan beberapa sudah bertugas sejak era Kementerian Agama sebelum transisi menjadi Kementerian Haji dan Umrah.

Pengalaman mereka diharapkan menjadi kunci dalam menjaga kelancaran arus data dan informasi selama masa operasional ibadah haji tahun ini.

Penulis :
Ahmad Yusuf

Terpopuler