Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Sekolah di Jakarta Timur Terapkan PJJ hingga 28 Januari akibat Banjir, SMAN 62 Jalankan Pembelajaran Daring Penuh

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Sekolah di Jakarta Timur Terapkan PJJ hingga 28 Januari akibat Banjir, SMAN 62 Jalankan Pembelajaran Daring Penuh
Foto: (Sumber: Wakil Kepala Sekolah SMAN 62 Jakarta, Rini Astuti di SMAN 62 Jakarta, Jumat (23/1/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza).)

Pantau - Sejumlah sekolah di Jakarta Timur mulai menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sejak Jumat, 23 Januari 2026, menyusul banjir yang melanda berbagai wilayah akibat hujan deras sejak Kamis malam.

PJJ diberlakukan hingga Rabu, 28 Januari 2026, sebagai bagian dari kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menjaga keselamatan siswa dan memastikan kegiatan belajar tetap berjalan.

SMAN 62 Jakarta Terapkan PJJ Penuh, Belajar via Zoom dan Classroom

Salah satu sekolah yang terdampak adalah SMAN 62 Jakarta.

Rini Astuti, Wakil Kepala Sekolah SMAN 62, menyatakan bahwa proses belajar tetap berjalan normal secara daring.

"Untuk PJJ sesuai surat edaran dari Gubernur DKI Jakarta dan Dinas Pendidikan, berlaku sejak hari ini Jumat tanggal 23 sampai dengan tanggal 28 hari Rabu ke depan," jelasnya.

Guru dan siswa menjalankan pembelajaran melalui berbagai platform digital seperti Google Meet, Zoom, atau sistem penugasan online.

“Pelaksanaannya seperti biasa, proses belajarnya tetap berjalan. Guru-guru dan murid melakukan aktivitas belajar-mengajar lewat Google Meet, Zoom atau lewat penugasan,” ujarnya.

Jam belajar tidak mengalami perubahan, tetap dimulai pukul 07.00 WIB hingga 15.00 WIB.

Sekolah juga memberikan fleksibilitas bagi guru yang terdampak banjir untuk mengajar dari rumah.

“Guru-guru fleksibel mengajarnya. Bisa ke sekolah langsung seperti biasa, tapi kalau rumah dan akses ke sekolah terdampak banjir, bisa mengajar dari rumah,” tambahnya.

Siswa Ikut Kelas dari Rumah, Tetap Berseragam

Siswa diminta untuk mengikuti PJJ secara disiplin sesuai jadwal dan tetap mengenakan seragam sekolah.

"Untuk siswa, tetap mengikuti kegiatan belajar seperti biasa sebagaimana arahan dari guru-guru dan tetap ikut Zoom menggunakan seragam yang rapi," kata Rini.

Zaskia Azmi Sabrina, siswa kelas 11 SMAN 62 Jakarta, membenarkan bahwa PJJ dimulai sejak Jumat, 23 Januari.

"Iya, pembelajaran jarak jauh dari Jumat hari ini sampai tanggal 28 hari Rabu. PJJ diinfokan semalam karena hujan terus jadi banyak yang terdampak banjir," ujarnya.

Zaskia mengaku rumahnya terdampak banjir sehingga sulit mengakses sekolah, namun tetap mengikuti pembelajaran melalui Google Classroom.

"Kelasnya belajar lewat Classroom, jam belajar tetap. Rumah saya kebetulan terdampak banjir, jadi susah akses ke sekolah," tambahnya.

Ia berharap PJJ dapat membantu menjaga keselamatan siswa dan guru di tengah cuaca ekstrem.

Pemprov DKI Jakarta Berlakukan PJJ dan WFH

Kebijakan PJJ sejalan dengan keputusan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, yang juga menyetujui penerapan Work From Home (WFH) bagi pegawai.

"Saya memberikan persetujuan kepada Dinas Tenaga Kerja untuk melakukan yang disebut dengan 'Work From Home'," ujar Pramono.

Ia juga mengizinkan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk menerbitkan surat edaran PJJ sebagai tanggapan terhadap kondisi banjir yang meluas.

Langkah ini merupakan bentuk respons pemerintah terhadap cuaca ekstrem, sekaligus upaya melindungi masyarakat tanpa mengorbankan kegiatan pendidikan dan pelayanan publik.

Penulis :
Aditya Yohan