Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Produksi Migas Blok Rokan Mulai Pulih Pasca Ledakan Pipa Gas, Pemerintah Fokus Amankan Target Nasional

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Produksi Migas Blok Rokan Mulai Pulih Pasca Ledakan Pipa Gas, Pemerintah Fokus Amankan Target Nasional
Foto: Perbaikan pipa gas PT TGI yang sebelumnya pada (9/1) meledak dan menyebabkan kerusakan lima unit rumah warga di Kabupaten Inderagiri Hulu Riau (sumber: Polres Inhu)

Pantau - Produksi minyak dan gas bumi (migas) di Blok Rokan mulai berangsur pulih usai ledakan pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) pada 9 Januari lalu yang berdampak besar pada operasional Wilayah Kerja (WK) Rokan di Riau.

Ledakan Pipa Gas Sebabkan Gangguan Produksi

Ledakan yang terjadi di Kabupaten Inderagiri Hulu, Riau tersebut menyebabkan kerusakan pada lima rumah warga serta memicu gangguan pasokan gas ke pembangkit listrik milik PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), operator utama Blok Rokan.

Gangguan ini berdampak signifikan terhadap operasi hulu migas nasional karena Blok Rokan merupakan salah satu kontributor utama lifting minyak nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, sebelumnya menyampaikan bahwa kebocoran pipa migas tersebut berpotensi menyebabkan kehilangan produksi sekitar 2 juta barel pada awal tahun.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyatakan bahwa langkah cepat PHR sangat membantu menjaga stabilitas produksi.

"Kami melihat PHR telah melakukan upaya luar biasa di lapangan. Langkah pengalihan bahan bakar pembangkit (fuel switching) ke solar serta manajemen beban listrik dengan memprioritaskan sumur-sumur utama terbukti mampu menjaga ribuan sumur tetap berproduksi di tengah keterbatasan pasokan gas," ungkapnya.

Pemerintah dan PHR Siaga Pulihkan Produksi

Sebagai tindak lanjut dari insiden tersebut, Laode Sulaeman melakukan kunjungan kerja dan memimpin rapat koordinasi teknis kelistrikan di Kantor Utama PHR di Rumbai pada Jumat, 23 Januari 2026.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk memantau langsung dampak gangguan pasokan gas terhadap operasional pembangkit listrik PHR dan memastikan langkah-langkah mitigasi berjalan efektif.

Laode menegaskan bahwa pemerintah memberikan perhatian tinggi agar produksi bisa segera kembali normal, mengingat peran strategis Blok Rokan sebagai tulang punggung produksi migas nasional.

Direktur Utama PHR, Muhammad Arifin, menyampaikan bahwa seluruh jajaran tetap siaga penuh.

"Seluruh jajaran PHR di lapangan tetap berada dalam kondisi siaga tinggi untuk menjaga keandalan operasi," tegasnya.

PHR telah menyiapkan skema pemulihan (recovery plan) yang agresif dan siap dilaksanakan segera setelah pasokan gas dinyatakan normal kembali.

Arifin menambahkan bahwa timnya optimis untuk mengejar target produksi nasional.

"Gangguan eksternal ini memang tantangan berat, namun ketangguhan operasi kami telah teruji. Kami optimis, dengan pulihnya pasokan energi, kami siap melakukan ramp-up produksi untuk mengejar target yang telah ditetapkan negara," ia mengungkapkan.

Selama masa pemulihan, PHR memastikan bahwa semua langkah operasional tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan.

Penulis :
Leon Weldrick