Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Bupati Agam Optimis Daerahnya Bangkit, Pemerintah Pusat Turun Tangan Pulihkan Pascabencana

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Bupati Agam Optimis Daerahnya Bangkit, Pemerintah Pusat Turun Tangan Pulihkan Pascabencana
Foto: Bupati Agam Benni Warlis sedang memberikan kata sambutan di hadapan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat peresmian hunian sementara di Lapangan Sepak Bola SDN 05 Kayu Pasak Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Sabtu 24/1/2026 (sumber: ANTARA/Yusrizal)

Pantau - Bupati Agam, Sumatera Barat, Benni Warlis menyatakan optimis Kabupaten Agam segera bangkit dari dampak bencana berkat dukungan penuh pemerintah pusat, baik secara moril maupun materil.

Peresmian Hunian Sementara dan Kehadiran Pejabat Pusat

Pernyataan tersebut disampaikan Benni Warlis saat peresmian hunian sementara di Lapangan Sepak Bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Sabtu (24 Januari 2026).

Acara itu turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, serta pejabat kementerian dan lembaga lainnya.

Benni menegaskan bahwa perhatian pemerintah pusat terlihat jelas dari kehadiran langsung Presiden Prabowo Subianto ke lokasi bencana.

Sebelumnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga telah meninjau wilayah terdampak bersama para menteri dan lembaga negara.

"Ini bentuk perhatian yang luar biasa dari pemerintah pusat terhadap derita yang dialami masyarakat Agam, setelah bencana banjir bandang, tanah longsor dan banjir melanda daerah itu pada akhir November 2025," ungkapnya.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia, semoga sumbangsih dan upaya yang dilakukan menjadi amal ibadah," ia menambahkan.

Dampak Bencana dan Kebutuhan Pemulihan

Bupati Benni menjelaskan bahwa Kabupaten Agam merupakan daerah terdampak paling parah dalam bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat.

Bencana tersebut menyebabkan kerusakan pada infrastruktur, korban jiwa, serta menghancurkan 2.283 unit rumah warga.

Berdasarkan pendataan, total kerugian akibat bencana tersebut mencapai sekitar Rp8 triliun.

Sementara itu, kebutuhan dana untuk melakukan rekonstruksi diperkirakan sebesar Rp3,6 triliun.

"Dengan dana sebesar itu, Pemkab Agam dan Pemprov Sumbar tidak mampu melakukan recovery dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)," jelas Benni.

Karena itu, pihaknya telah mengajukan dukungan melalui skema Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).

"Dengan kehadiran para menteri, masyarakat Agam tidak sendiri, karena ada pemerintah pusat yang memperhatikan kita," ujarnya.

Menko PMK Pratikno menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga untuk terlibat aktif dalam proses pemulihan di wilayah terdampak.

"Seluruh menteri kabinet dan lembaga harus terlibat dalam pemulihan pascabencana ini," ungkap Pratikno.

Pemerintah juga telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera untuk mempercepat proses pemulihan.

Penulis :
Shila Glorya