
Pantau - Sekitar 3.000 petani di Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, secara swadaya melakukan kerja bakti mengangkat sedimen lumpur dari saluran Irigasi Soropadan demi melancarkan aliran air ke sawah dan mendukung ketahanan pangan.
Kerja Bakti Lintas Desa, Dukung Produksi Padi
Kegiatan ini dilakukan secara gotong royong oleh petani di sepanjang 5 kilometer saluran irigasi yang mengairi sekitar 508 hektare sawah di Kecamatan Pringsurat (Temanggung) dan Kecamatan Secang (Magelang).
Tujuan utama dari kerja bakti ini adalah untuk memastikan kelancaran aliran air irigasi ke lahan pertanian dan menghindari gagal tanam akibat gangguan saluran.
Bupati Temanggung, Agus Setyawan, mengapresiasi inisiatif luar biasa para petani dan menyatakan, "Yang jelas kami mengapresiasi inisiator teman-teman di Soropadan. Hari ini ribuan petani bergerak mengangkat sedimen di saluran irigasi. Pastinya, pengangkatan sedimen ini akan melancarkan aliran air ke sawah-sawah", ungkapnya.
Kegiatan ini melibatkan petani dari empat desa di Kecamatan Pringsurat dan dua desa di Kecamatan Secang.
Kecamatan Secang sendiri sangat bergantung pada aliran irigasi yang melewati Pringsurat, dengan lebih dari 200 hektare sawah bergantung pada pasokan air dari saluran tersebut.
Agus menyebut kerja bakti ini sebagai bentuk kebersamaan dan solidaritas antarwilayah yang saling menyangga.
Ia berharap kerja bakti ini bisa membantu Pemkab Temanggung menutup kekurangan target produksi padi.
"Ini menjadi bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan. Dengan normalisasi irigasi Pringsurat, target produksi padi Kabupaten Temanggung yang sebelumnya masih kurang diharapkan bisa tercapai", ujarnya.
4.500 m³ Sedimen Diangkat, Petani Harapkan Panen Maksimal
Ketua GP3A Daerah Irigasi Dharma Tirta Soropadan, Pringsurat, Kusnindaryanto, menjelaskan bahwa kerja bakti ini berawal dari kondisi sedimen yang sudah menumpuk dan mengganggu aliran air.
"Sedimennya sudah naik dan mengganggu kelancaran irigasi. Kami sering pertemuan mencari solusi, akhirnya teman-teman berinisiatif kerja bakti. Hari ini kami mengangkat sedimen sepanjang sekitar 5 kilometer", katanya.
Volume sedimen yang berhasil diangkat dalam kegiatan ini diperkirakan mencapai 4.500 meter kubik.
Total panjang Irigasi Soropadan sendiri mencapai 13,5 kilometer, melintasi tujuh desa di dua kecamatan dan dua kabupaten, yaitu Desa Rejosari, Pringsurat, Kebumen, dan Soropadan (Temanggung), serta Desa Krincing, Ngabean, dan Kelurahan Secang (Magelang).
Jika aliran terganggu, sebanyak 508 hektare sawah berisiko puso atau gagal tanam.
"Kalau 508 hektar tidak bisa ditanami, dampaknya besar. Per hektar saja rata-rata bisa menghasilkan sekitar 5 ton padi", jelas Kusnindaryanto.
Dengan normalisasi ini, para petani berharap aliran air bisa kembali lancar dan sawah mereka bisa ditanami hingga dua sampai tiga kali dalam setahun.
- Penulis :
- Gerry Eka







