
Pantau - Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, menyiapkan lahan relokasi bagi sekolah dasar dan pondok pesantren yang terdampak tanah bergerak dan banjir bandang, khususnya bangunan yang berada di zona merah bencana.
SD dan Pesantren Tidak Bisa Digunakan Lagi, Pembelajaran Dipindah ke Tenda
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menegaskan bahwa relokasi perlu segera dilakukan karena beberapa bangunan pendidikan sudah tidak aman ditempati.
"Kami harus mempersiapkan (relokasi), yang terban tentu tidak bisa lagi di sana. Tetapi sementara anak-anak belajar di tenda darurat dulu", ujarnya.
Bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025 menyebabkan dinding kiri dan kanan SD Negeri 11 Bungo Tanjuang di Kecamatan Batipuh terban.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Kemendikdasmen telah mendirikan tenda darurat dan menyediakan toilet portabel di lokasi tersebut sejak awal Januari 2026.
Pondok pesantren di daerah Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, juga terdampak dan dinyatakan tidak memungkinkan lagi untuk ditempati karena berada di kawasan rawan bencana.
Bangunan pesantren itu harus dibangun kembali di lokasi yang lebih aman.
Bupati Eka Putra bersama tim dari Badan Geologi, Kementerian ESDM, telah meninjau langsung lokasi-lokasi terdampak, termasuk SD Negeri 11 Bungo Tanjuang.
Proses Belajar Dilakukan Bergantian di Tenda Darurat
Guru SD Negeri 11 Bungo Tanjuang, Herna Permata Sari, menjelaskan bahwa kegiatan belajar mengajar telah berlangsung di tenda darurat sejak awal Januari 2026.
Kegiatan dilakukan secara bergantian oleh dua kelas per hari, dengan penyesuaian durasi jam pelajaran agar semua siswa tetap mendapatkan hak belajar.
Polisi telah dua kali memasang garis polisi di sekitar sekolah akibat terban.
Pemasangan pertama dilakukan pada akhir tahun 2024, setelah toilet dan tempat wudu di sisi kiri sekolah ambruk karena hujan deras.
Pemasangan kedua dilakukan setelah dinding tebing kanan sekolah ambruk dan menyebabkan retaknya beberapa bangunan sekolah.
- Penulis :
- Gerry Eka








