
Pantau - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Maluku mengampanyekan pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama dalam melindungi anak dari ancaman child grooming, sebuah bentuk kekerasan seksual yang sering tidak disadari.
Keluarga Harus Jadi Ruang Aman Emosional
Kepala Perwakilan BKKBN Maluku, dr. Mauliwaty Bulo, menjelaskan bahwa child grooming merupakan bentuk kekerasan seksual terhadap anak yang diawali dengan pendekatan halus, manipulasi emosional, dan perhatian berlebih dari pelaku.
"Child grooming sering tidak disadari karena tidak selalu diawali dengan kekerasan fisik. Pelaku membangun kedekatan emosional terlebih dahulu, bahkan dibungkus dengan perhatian dan kasih sayang. Di sinilah peran keluarga menjadi sangat krusial," ungkapnya.
Menurutnya, keluarga perlu menjadi ruang aman secara emosional dan psikologis, agar anak merasa didengar, dipercaya, dan berani bercerita tanpa takut disalahkan.
Dengan kondisi keluarga seperti ini, orang tua dapat lebih mudah mengenali tanda-tanda awal child grooming melalui perubahan perilaku anak.
BKKBN Maluku juga aktif melakukan edukasi melalui media sosial dan kampanye publik mengenai:
Tahapan child grooming
Dampak yang ditimbulkan
Strategi pencegahan
Edukasi ini ditujukan untuk diterapkan tidak hanya di rumah, tetapi juga di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Pencegahan Dimulai dari Komunikasi dan Literasi Digital
Mauliwaty menekankan pentingnya membangun komunikasi terbuka dengan anak, mengajarkan batasan tubuh dan privasi sejak dini, serta mendampingi penggunaan gawai dan media sosial.
"Literasi digital dan edukasi kesehatan reproduksi juga sangat penting untuk memperkuat perlindungan anak," tambahnya.
Child grooming dapat menimbulkan dampak serius, mulai dari trauma psikologis, kecemasan, hingga kerusakan sosial dan pendidikan.
Risiko lanjutan yang mungkin timbul termasuk kekerasan seksual dan kehamilan yang tidak direncanakan.
BKKBN Maluku berharap kampanye ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pencegahan child grooming harus dimulai dari lingkungan keluarga.
"Keluarga yang hangat, terbuka, dan saling percaya adalah kunci utama untuk mencegah anak menjadi korban child grooming," tegas Mauliwaty.
- Penulis :
- Gerry Eka







