Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Program Magang Nasional Jadi Solusi Minim Pengalaman Kerja, 21 Ribu Lebih Peserta Diserap Kemenimipas

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Program Magang Nasional Jadi Solusi Minim Pengalaman Kerja, 21 Ribu Lebih Peserta Diserap Kemenimipas
Foto: (Sumber: Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Cris Kuntadi saat meninjau langsung pelaksanaan pemagangan di sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Kawasan Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (23/1/2026). (ANTARA/HO-Kemnaker RI).)

Pantau - Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Cris Kuntadi menegaskan bahwa Program Magang Nasional merupakan solusi konkret untuk mengatasi hambatan masuk dunia kerja bagi lulusan baru perguruan tinggi akibat kurangnya pengalaman kerja.

“Kegiatan ini bagian dari monitoring dan evaluasi untuk memastikan pemagangan meningkatkan kompetensi dan kesiapan kerja lulusan perguruan tinggi. Ini penting agar mereka tidak terhambat hanya karena tidak punya pengalaman kerja,” ujarnya saat meninjau langsung pelaksanaan program magang di Nusakambangan, Jawa Tengah.

Program ini dipastikan bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan dirancang agar peserta benar-benar mendapatkan pengalaman kerja nyata dan relevan.

Lebih dari 21 Ribu Peserta Magang Diserap Kemenimipas

Program Magang Nasional telah diluncurkan sejak tahun lalu dan terus diawasi pelaksanaannya.

Salah satu lokasi pemantauan adalah sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Di wilayah ini, lebih dari 200 peserta tengah menjalani magang di berbagai UPT Pemasyarakatan dengan sistem kerja nyata dan disiplin tinggi.

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menjadi mitra strategis utama dan penyumbang terbesar penerima peserta magang secara nasional.

Kemenimipas awalnya mengusulkan kebutuhan lebih dari 30 ribu peserta, namun setelah seleksi dan penyesuaian, sebanyak 21.686 peserta magang diterima.

Mereka tersebar di 835 satuan kerja Kemenimipas di seluruh Indonesia, termasuk 2.004 peserta di wilayah Jawa Tengah.

“Program ini memberi manfaat ganda. Satuan kerja terbantu, sementara lulusan baru mendapatkan pengalaman kerja langsung yang relevan dan terstruktur,” tambah Cris Kuntadi.

Komitmen Negara Hadirkan Akses Adil ke Dunia Kerja

Selain berdialog dengan peserta, Sekjen Kemnaker juga meninjau beberapa UPT Pemasyarakatan seperti Kembang Kuning, Pasir Putih, Batu, dan Permisan.

Ia juga mengunjungi Balai Latihan Kerja Nusakambangan serta unit usaha produktif binaan Kemenimipas, seperti budidaya udang vaname, ikan sidat, perkebunan anggur, dan peternakan ayam.

Langkah ini menunjukkan kolaborasi lintas sektor yang nyata untuk memperkuat kesiapan SDM Indonesia.

“Melalui penguatan Program Magang Nasional, Kemnaker menegaskan komitmen negara menghadirkan jalan masuk yang lebih adil ke dunia kerja bagi lulusan baru, sekaligus memperkuat kesiapan SDM Indonesia menghadapi tantangan ketenagakerjaan,” pungkasnya.

 

Penulis :
Aditya Yohan