
Pantau - Tim SAR Gabungan kembali mengevakuasi empat kantong jenazah korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada pagi hari operasi pencarian hari kedelapan.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menyampaikan bahwa proses evakuasi berlangsung cepat, di beberapa titik berbeda dalam waktu kurang dari dua jam.
"Evakuasi dilakukan di titik-titik pencarian berbeda (worksite), dan semua jenazah ditemukan pagi ini," ungkapnya.
Rincian waktu dan lokasi penemuan sebagai berikut:
- Pukul 09.29 WIB di Worksite B2 Sektor B
- Pukul 10.23 WIB di Worksite A1
- Pukul 10.58 WIB dan 11.19 WIB di Worksite A2
Total 64 Kantong Jenazah Ditemukan, 16 Korban Masih Dicari
Dengan penambahan empat jenazah ini, total kantong jenazah yang telah dievakuasi hingga pukul 11.30 WIB mencapai 64 kantong.
Diperkirakan masih ada sekitar 16 korban lagi yang belum ditemukan dan masih dalam pencarian.
Operasi hari kedelapan dilakukan dengan membagi personel ke tiga sektor utama, yakni Sektor A, B, dan C.
Metode pencarian yang digunakan meliputi penggalian manual, penggunaan anjing pelacak K9, serta bantuan alat berat.
Total kekuatan dalam operasi gabungan ini mencapai:
- 3.675 personel
- 17 unit alat berat
- 22 ekor anjing pelacak K9
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri melaporkan bahwa dari 50 kantong jenazah yang sudah masuk proses identifikasi, sebanyak 49 telah berhasil diidentifikasi, sedangkan sisanya masih dalam tahap pemeriksaan lanjutan.
Masa Tanggap Darurat Ditetapkan hingga 6 Februari 2026
Operasi pencarian korban dilanjutkan sesuai dengan masa tanggap darurat bencana yang ditetapkan oleh Bupati Bandung Barat selama dua pekan, terhitung hingga 6 Februari 2026.
"Sesuai arahan Kepala Basarnas, operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan menyesuaikan masa tanggap darurat yang telah ditetapkan oleh Bupati Bandung Barat hingga 6 Februari 2026," jelas Ade Dian Permana.
Upaya pencarian akan terus diintensifkan untuk menemukan seluruh korban dan memastikan tidak ada warga yang tertinggal di area terdampak.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








