Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Agrinas Palma Nusantara Tegaskan Komitmen Sawit Berkelanjutan dan Pemberdayaan Masyarakat di HUT ke-1

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Agrinas Palma Nusantara Tegaskan Komitmen Sawit Berkelanjutan dan Pemberdayaan Masyarakat di HUT ke-1
Foto: (Sumber: Peletakan batu pertama di salah satu lokasi KKMP yang akan dibangun oleh Agrinas dan TNI di Batam, Kepri. (17/10/2025). (ANTARA/Amandine Nadja)

Pantau - Agrinas Palma Nusantara menegaskan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat dalam menjalankan industri sawit berkelanjutan, bertepatan dengan peringatan HUT ke-1 perusahaan yang digelar di Kantor Regional I, Riau, Sabtu (31/1).

Pernyataan disampaikan langsung oleh Head Regional Sumatera, Mayjen TNI (Purn.) Djoko Andoko, yang menegaskan bahwa sawit berkelanjutan bukan hanya tentang hasil produksi, tetapi menyangkut nilai, perlindungan lingkungan, dan keberpihakan sosial.

“Dalam upaya menyatukan produktivitas, tanggung jawab bisnis, dan keberpihakan sosial, kami meyakini sawit berkelanjutan bukan hanya tentang hasil, tetapi nilai yang dijaga, lingkungan yang dilindungi, serta masyarakat yang diberdayakan,” tegas Djoko.

Tantangan Transisi dan Tata Kelola di Tahun Pertama

Agrinas resmi berdiri sejak 16 Januari 2025 sebagai bagian dari amanah negara di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, sejalan dengan agenda nasional dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi.

Dalam satu tahun, Agrinas telah mengelola sekitar 1,7 juta hektare kebun sawit di berbagai wilayah strategis.

Pengelolaan skala besar tersebut menuntut tata kelola ketat, yang mencakup penguatan SDM, penyempurnaan SOP, dan konsistensi dalam good corporate governance.

Wilayah kerja perusahaan dibagi ke dalam empat regional. Regional I mencakup eks kebun milik Duta Palma seluas 84 ribu hektare di Indragiri Hulu, Pelalawan, Kuantan Singingi, dan Kampar.

Sekitar 96 persen pekerja di Regional I adalah eks karyawan Duta Palma.

Namun demikian, transisi kepemilikan aset belum sepenuhnya selesai karena kebun tersebut masih berstatus titipan di Kejaksaan Agung dan belum inkrah secara hukum.

Salah satu dampaknya adalah belum dapat direalisasikannya program plasma 20 persen untuk masyarakat.

Kebun di Kandis juga hingga kini belum berhasil diambil alih oleh Agrinas.

Untuk menjembatani masa transisi, Agrinas membentuk Tim Harmonisasi Pengelolaan yang melibatkan Forkopimda dan perwakilan masyarakat sebagai ruang dialog dan penyelesaian persoalan di lapangan.

Harapan Pemerintah Daerah dan DPRD untuk Sawit Berkeadilan

Dr. Fahdiansyah, mewakili pemerintah daerah, menyambut baik kehadiran pengelola baru dan menyebutnya sebagai peluang pembaruan dalam pengelolaan sawit.

“Kami berharap ini menjadi kebangkitan kembali mimpi anak negeri terhadap pengelolaan sawit yang adil dan berpihak kepada masyarakat,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa program CSR bukan pelengkap, tetapi kebutuhan riil masyarakat yang harus dirancang dan diawasi bersama.

Sementara itu, Ketua DPRD Kuantan Singingi, Juprizal, menilai Agrinas Palma Nusantara sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Kuansing dan aset negara yang harus memberi manfaat langsung bagi rakyat.

“Pada masa Duta Palma, plasma tidak berjalan dan meninggalkan luka bagi masyarakat. Setelah dikelola Agrinas Palma Nusantara, kami berharap kondisinya berbalik dan memberi dampak positif nyata,” ujarnya.

DPRD Kuansing menyatakan siap menjadi jembatan aspirasi dan mitra pengawasan untuk memastikan manfaat ekonomi dari Agrinas menjangkau masyarakat dan pelaku usaha lokal.

Penulis :
Gerry Eka