
Pantau - Kementerian Agama (Kemenag) menyalurkan bantuan senilai Rp596 juta untuk mendukung pemulihan madrasah, guru, dan keluarga siswa yang terdampak bencana tanah longsor dan banjir di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Rincian Bantuan: Dari Rehabilitasi Rumah hingga Santunan Korban
Bantuan disalurkan dalam empat bentuk utama untuk menjamin keberlangsungan pendidikan serta kelayakan hidup para pendidik dan keluarga korban.
Sebanyak Rp300 juta dialokasikan untuk rehabilitasi rumah guru madrasah yang mengalami kerusakan berat.
Kemenag juga menyediakan bantuan sewa rumah sebesar Rp126 juta bagi 21 guru madrasah terdampak, agar mereka memiliki tempat tinggal sementara yang layak.
Santunan senilai Rp160 juta diberikan kepada keluarga 10 siswa madrasah yang meninggal dunia akibat bencana.
Selain itu, bantuan pemulasaran jenazah sebesar Rp10 juta turut diserahkan sebagai bentuk penghormatan terhadap para korban.
“Madrasah sangat berjasa. Dalam kondisi darurat pun tetap menjadi bagian dari upaya kemanusiaan. Karena itu, negara wajib memastikan madrasah dan para gurunya dapat bangkit kembali,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar saat meninjau langsung lokasi bencana.
Pendampingan Berkelanjutan untuk Madrasah dan Keluarga
Kemenag memastikan bahwa pemulihan tidak berhenti pada bantuan awal.
Kemenag pusat bersama kantor wilayah daerah akan terus melakukan pendampingan dan pendataan terhadap kebutuhan lanjutan madrasah serta keluarga terdampak.
Langkah ini bertujuan menciptakan proses pemulihan yang berkelanjutan dan tepat sasaran.
Bencana tanah longsor yang terjadi di kawasan Pasirlangu tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, namun juga berdampak besar pada aspek pendidikan dan sosial masyarakat.
Bantuan ini merupakan bagian dari sinergi nasional untuk memulihkan fungsi pendidikan dan kehidupan warga pasca bencana di Bandung Barat.
- Penulis :
- Gerry Eka








