Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Legislator Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan untuk Cegah Zoonosis seperti Virus Nipah

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Legislator Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan untuk Cegah Zoonosis seperti Virus Nipah
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Virus Nipah, ancaman baru setelah pandemi COVID-19. ANTARA/Shutterstock/aa.)

Pantau - Anggota Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa meminta pemerintah meluncurkan kampanye digital protokol kesehatan yang berfokus pada pencegahan penyakit zoonosis seperti virus Nipah.

Neng Eem menegaskan tantangan kesehatan ke depan banyak bersumber dari penularan penyakit dari hewan ke manusia sehingga perlu diantisipasi melalui edukasi masif berbasis platform digital.

Neng Eem Marhamah Zulfa menyampaikan "Tantangan kesehatan ke depan banyak bersumber dari zoonosis (penularan dari hewan ke manusia), seperti virus Nipah. Pemerintah harus memanfaatkan platform digital secara masif untuk mengedukasi masyarakat tentang bagaimana protokol berinteraksi dengan hewan dan menjaga kebersihan pangan agar tidak terkontaminasi".

Legislator asal Jawa Barat tersebut mengusulkan kementerian terkait memproduksi konten edukasi yang kreatif, sederhana, dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.

Materi edukasi yang disarankan mencakup cara mencuci buah dengan benar serta menghindari kontak langsung dengan cairan tubuh hewan liar yang berpotensi menularkan virus Nipah.

Kampanye digital diharapkan mampu menjangkau masyarakat hingga pelosok daerah melalui media sosial dan jaringan komunikasi publik.

Neng Eem Marhamah Zulfa menegaskan "Protokol kesehatan harus berevolusi. Masyarakat perlu tahu bahwa menjaga kebersihan makanan, seperti mencuci buah yang mungkin terpapar air liur kelelawar adalah bagian dari pertahanan kesehatan nasional kita saat ini".

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pakar kesehatan manusia dan pakar kesehatan hewan dalam menyusun narasi kampanye agar informasi akurat, berbasis sains, dan mudah dipahami.

Neng Eem Marhamah Zulfa juga menyampaikan "Kita harus proaktif. Kampanye digital yang cerdas dan tepat sasaran akan membangun kewaspadaan publik tanpa memicu kepanikan. Tujuannya adalah membangun kemandirian masyarakat dalam menerapkan prokes secara sadar sebagai gaya hidup baru".

Melalui penguatan literasi digital, ia berharap mata rantai penularan penyakit zoonosis dapat diputus sejak tingkat rumah tangga.

Upaya tersebut dinilai dapat mendukung langkah pemerintah dalam melakukan skrining ketat di pintu-pintu masuk negara.

Neng Eem Marhamah Zulfa menegaskan "Literasi masyarakat mengenai risiko penyakit zoonosis masih perlu ditingkatkan agar protokol kesehatan tidak hanya dipandang sebagai pencegahan antar-manusia, tetapi juga interaksi dengan lingkungan dan hewan".

Penulis :
Aditya Yohan