
Pantau - Sebanyak 3.368 warga mengungsi akibat banjir yang dipicu hujan deras dan diperparah jebolnya tanggul sungai di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Informasi tersebut dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB pada Senin, 2 Februari 2026.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan laporan tersebut di Jakarta.
Abdul Muhari menjelaskan ribuan warga yang mengungsi telah dievakuasi dan didampingi oleh tim petugas gabungan.
BNPB mengonfirmasi bahwa 3.368 pengungsi merupakan bagian dari total 11.924 warga yang terdampak banjir.
Banjir di Kabupaten Karawang diperparah oleh jebolnya tanggul sungai di Desa Muara, Kecamatan Cilamaya Wetan.
Peristiwa jebolnya tanggul sungai tersebut telah berlangsung selama delapan hari.
Kondisi itu dinilai membutuhkan penanganan cepat dan terukur agar dampak banjir tidak semakin meluas.
Abdul Muhari menyampaikan bahwa saat ini banjir telah merendam 15 desa.
Kelima belas desa tersebut tersebar di wilayah administratif tujuh kecamatan di Kabupaten Karawang.
Salah satu wilayah yang paling terdampak banjir berada di Kecamatan Cilamaya Wetan hingga Telukjambe.
Berdasarkan pantauan tim petugas gabungan, ketinggian muka air di sejumlah desa di Kecamatan Cilamaya Wetan mencapai 1,5 meter.
Warga di wilayah terdampak dievakuasi menggunakan perahu menuju lokasi pengungsian yang telah disiapkan.
Abdul Muhari memastikan bahwa proses evakuasi warga menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana banjir ini.
Selain evakuasi, BNPB juga memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak banjir.
BNPB bersama pemerintah daerah terkait saat ini melakukan pengkajian oleh para ahli.
Pengkajian tersebut dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan tanggul sungai yang jebol.
- Penulis :
- Aditya Yohan








