
Pantau - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, memimpin langsung kunjungan kerja spesifik ke Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, pada Jumat, 30 Januari 2026, untuk memastikan pelayanan kesehatan masyarakat tetap berjalan pascabanjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut sejak akhir tahun 2025.
Komisi IX Tinjau Dampak Bencana terhadap Layanan Kesehatan
Dalam kunjungannya, Nihayatul Wafiroh menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa kepada masyarakat terdampak bencana.
“Atas nama Komisi IX DPR RI, kami menyampaikan rasa prihatin yang mendalam serta belasungkawa yang tulus kepada seluruh masyarakat Provinsi Sumatera Utara atas musibah banjir dan longsor yang terjadi sejak akhir tahun 2025,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa dampak bencana sangat dirasakan oleh kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas.
“Dampak bencana di Sumatera Utara sangat luas dan berpengaruh langsung terhadap kondisi kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas. Situasi ini memberikan tekanan besar terhadap sistem pelayanan kesehatan daerah,” ia mengungkapkan.
Gangguan Layanan Kesehatan dan Komitmen DPR
Nihayatul Wafiroh menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk nyata pelaksanaan fungsi pengawasan DPR RI.
“Kami ingin memastikan bahwa meskipun terjadi kerusakan fasilitas kesehatan, keterbatasan sarana prasarana, serta meningkatnya beban layanan, masyarakat tetap memperoleh pelayanan kesehatan yang layak, aman, dan terjangkau, termasuk bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional,” jelasnya.
Ia mengakui masih terdapat gangguan operasional di sejumlah rumah sakit dan puskesmas akibat kerusakan fisik maupun keterbatasan tenaga kesehatan.
“Kami memahami bahwa beberapa rumah sakit dan puskesmas mengalami gangguan operasional, baik akibat kerusakan bangunan, keterbatasan tenaga kesehatan, maupun terganggunya akses karena kerusakan infrastruktur,” ujarnya.
Dampak dari gangguan ini, lanjutnya, sangat mempengaruhi sistem rujukan serta menimbulkan risiko meningkatnya penyakit pascabencana.
“Hal ini berimplikasi pada sistem rujukan, keterlambatan penanganan pasien, serta potensi meningkatnya penyakit pascabencana seperti diare, ISPA, dan penyakit berbasis lingkungan lainnya,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Nihayatul Wafiroh yang akrab disapa Ninik juga menyampaikan penghargaan atas kerja keras semua pihak di lapangan.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan, dan seluruh pihak yang telah bekerja tanpa lelah di tengah kondisi darurat,” ungkapnya.
Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa Komisi IX DPR RI akan terus mendorong pemulihan sektor kesehatan di wilayah terdampak.
“Komisi IX berkomitmen untuk terus mendorong penguatan kebijakan serta dukungan anggaran agar pemulihan sektor kesehatan pascabencana dapat berjalan lebih cepat, terencana, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
- Penulis :
- Leon Weldrick







