Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

IDAI Apresiasi Tindakan Heroik dr. Erli Meichory yang Selamatkan Balita Kejang di Pesawat

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

IDAI Apresiasi Tindakan Heroik dr. Erli Meichory yang Selamatkan Balita Kejang di Pesawat
Foto: Tangkapan layar - Ketua Pengurus Pusat IDAI Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso Sp.A memberikan keterangan mengenai tindakan heroik dokter anak di pesawat melalui video yang diterima di Jakarta, Senin 2/2/2026 (sumber: ANTARA/Tri Meilani Ameliya)

Pantau - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyampaikan apresiasi atas tindakan sigap dan profesional dr. Erli Meichory Viorika yang memberikan pertolongan pertama kepada seorang balita berusia 22 bulan yang mengalami kejang di dalam pesawat Citilink rute Jakarta–Bengkulu.

Pertolongan Pertama Saat Kejadian Darurat di Udara

Peristiwa ini terjadi pada bulan Mei 2025 dan melibatkan seorang balita yang tiba-tiba mengalami kejang saat berada di tengah penerbangan.

Dokter spesialis anak dr. Erli Meichory Viorika yang kebetulan berada di dalam pesawat, langsung memberikan pertolongan pertama menggunakan peralatan dan sumber daya yang tersedia di kabin.

Ketua Pengurus Pusat IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, menyatakan, "IDAI menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas tindakan spontan, heroik, dan profesional dari dokter spesialis anak anggota IDAI yakni dr. Erli Meichory Viorika yang dengan sigap memberikan pertolongan pertama pada seorang balita berusia 22 bulan yang mengalami kejang dalam pesawat Citilink rute Jakarta–Bengkulu," ungkapnya.

Peristiwa tersebut baru mendapatkan perhatian luas belakangan ini setelah videonya viral di media sosial.

Pesan IDAI dan Imbauan untuk Orang Tua

Piprim menegaskan bahwa insiden ini menjadi pengingat bahwa kondisi darurat medis pada anak bisa terjadi kapan saja, di mana saja, dan tanpa peringatan.

"Tindakan cepat dan tepat dari dr. Erli, dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di pesawat, telah menyelamatkan dan menstabilkan kondisi pasien," ia mengungkapkan.

Ia juga menambahkan, "Ini juga merupakan refleksi langsung dari komitmen profesi dokter anak yang siap membantu dalam situasi apa pun, sesuai dengan sumpah dan etik kedokteran, meskipun berada di luar lingkungan klinis formal," ujarnya.

IDAI turut menyampaikan terima kasih kepada pihak maskapai Citilink Indonesia atas koordinasi dan dukungan kru pesawat dalam membantu proses pertolongan.

Berkat bantuan tersebut, kondisi balita berhasil distabilkan dan penerbangan dapat dilanjutkan dengan aman.

Sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat, IDAI mengimbau orang tua yang akan bepergian jauh bersama anak untuk mempersiapkan diri secara matang.

Beberapa bentuk persiapan yang disarankan antara lain memeriksakan kondisi kesehatan anak sebelum bepergian, membawa obat-obatan pribadi yang diperlukan, serta memahami prosedur darurat di moda transportasi yang digunakan.

Penulis :
Leon Weldrick