
Pantau - Sebanyak 145 peserta dari 80 perguruan tinggi di Indonesia mengikuti Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional Pekerti yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya (LP2S) Universitas Muslim Indonesia.
Pelatihan tersebut dilaksanakan secara daring pada 2 hingga 9 Februari 2026 dan diikuti oleh dosen dari berbagai wilayah di Indonesia.
Rektor Universitas Muslim Indonesia Prof Dr Hambali Thalib mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh sebagai bagian dari upaya berkelanjutan pengembangan kompetensi dosen.
“Melalui Pelatihan Pekerti ini, kami berharap para dosen dapat memperoleh penguatan kemampuan dasar pedagogik dan profesionalisme, termasuk kompetensi dalam merancang, melaksanakan, serta mengevaluasi proses pembelajaran secara sistematis dan bermutu,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya peran dosen yang kompetitif dan adaptif dalam menjaga mutu akademik di perguruan tinggi.
Dosen juga diharapkan mampu mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara optimal dan berkelanjutan.
Dorong Kolaborasi dan Profesionalisme Dosen
Prof Hambali berharap kerja sama antarlembaga tidak berhenti pada pelaksanaan Pelatihan Pekerti.
Kerja sama tersebut diharapkan berkembang dalam bentuk kolaborasi akademik dan kelembagaan lainnya.
Ketua LP2S UMI Prof Dr Baharuddin Semmaila menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang mengikuti pelatihan.
Ia mengucapkan terima kasih kepada 145 peserta yang telah mempercayakan Universitas Muslim Indonesia sebagai penyelenggara Pelatihan Pekerti.
Pelatihan Pekerti di Indonesia saat ini diselenggarakan oleh 59 perguruan tinggi.
“Total sebanyak 4.221 dosen dari 957 perguruan tinggi di Indonesia telah mengikuti Pelatihan Pekerti di UMI. Jumlah ini bertambah dengan kehadiran Angkatan L yang diikuti oleh 145 peserta dari 80 perguruan tinggi di 28 provinsi,” ungkap Prof Baharuddin.
LP2S UMI berkomitmen menyelenggarakan Pelatihan Pekerti secara profesional, unggul, dan terpercaya.
Target Capaian Pelatihan Pekerti
Terdapat tiga capaian utama yang diharapkan dapat dikuasai peserta setelah mengikuti pelatihan.
Capaian pertama adalah kemampuan merancang Rencana Pembelajaran Semester secara sistematis.
Capaian kedua adalah kemampuan mendemonstrasikan metode pembelajaran sesuai Capaian Pembelajaran Mata Kuliah melalui kegiatan microteaching.
Capaian ketiga adalah kemampuan mengukur Capaian Pembelajaran Mata Kuliah dan Capaian Pembelajaran Lulusan secara tepat.
- Penulis :
- Aditya Yohan





