Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Menag Jelaskan Peran Indonesia di Dewan Perdamaian Lewat Forum Internasional dan Akademik

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Menag Jelaskan Peran Indonesia di Dewan Perdamaian Lewat Forum Internasional dan Akademik
Foto: (Sumber: Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam wawancara cegat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026). ANTARA/Cahya Sari.)

Pantau - Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan Kementerian Agama secara proaktif menjelaskan dan mengartikulasikan posisi Indonesia dalam berbagai forum internasional, termasuk keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian.

Pernyataan tersebut disampaikan Nasaruddin Umar saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (3/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas pernyataan Presiden Prabowo Subianto di forum internasional.

Nasaruddin menyampaikan “Jadi menanggapi pernyataan Bapak Presiden beberapa waktu yang lalu, kita langsung adakan empat seminar ya. Jadi bagaimana menerjemahkan, mengartikulasikan, statement Bapak Presiden waktu di PBB”, ungkapnya.

Seminar dan Peran Akademik Keagamaan

Upaya penjelasan dilakukan melalui berbagai forum akademik dan keagamaan agar pesan Presiden dapat dipahami secara utuh oleh masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan Islam.

Kementerian Agama memanfaatkan jaringan 57 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri atau UIN di seluruh Indonesia untuk mengkaji dan menerjemahkan pernyataan Presiden dalam forum internasional.

Seminar-seminar tersebut menghadirkan pakar dari dalam dan luar negeri, termasuk dari Amerika Serikat, Australia, serta jurnalis senior dari Palestina.

Kegiatan tersebut juga melibatkan negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia dan Brunei Darussalam.

Nasaruddin menyampaikan tujuan kegiatan tersebut dengan pernyataan “Kami ingin mengartikulasikan konten Indonesia moderat, termasuk peran pesantren, agar pesan Presiden tentang perdamaian dunia bisa dipahami secara komprehensif”, katanya.

Klarifikasi Publik dan Posisi Strategis Indonesia

Hasil dari berbagai seminar dirangkum dalam bentuk makalah ilmiah dan disebarluaskan kepada pihak-pihak yang membutuhkan informasi mengenai posisi dan arah kebijakan Indonesia di tingkat global.

Menurut Nasaruddin, langkah tersebut membantu meluruskan berbagai kesalahpahaman di tengah masyarakat terkait keikutsertaan Indonesia dalam forum internasional, termasuk Dewan Perdamaian.

Ia menjelaskan perubahan pemahaman publik dengan pernyataan “Banyak tadinya yang salah paham tetapi begitu membaca hasil seminar yang dikemukakan oleh para tokoh, para ulama, dan para pakar, akhirnya oh iya. Ternyata Bapak Presiden future oriented-nya itu dahsyat gitu, ya”, ujarnya.

Nasaruddin menilai Indonesia saat ini memiliki posisi yang sangat strategis di tingkat internasional.

Menurutnya, peran aktif Indonesia dalam upaya perdamaian dunia merupakan bagian penting dari tanggung jawab global bangsa.

Ia berharap dukungan doa dari para ulama dan masyarakat dapat memperkuat kontribusi Indonesia di tingkat internasional.

Harapan tersebut disampaikan dengan pernyataan “Nah kita berharap semoga Bapak Presiden melalui doanya para ulama, doanya warga masyarakat, Indonesia akan semakin memiliki posisi penting dalam dunia internasional”, ungkapnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah pimpinan organisasi keagamaan Islam di Istana Kepresidenan Jakarta yang salah satu topiknya membahas keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian.

Penulis :
Aditya Yohan