
Pantau - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Cipayung, Jakarta Timur, dilaksanakan pada Senin, 2 Februari 2026, dengan fokus utama pada usulan pembangunan saluran air guna mengatasi genangan dan banjir di permukiman warga.
Pembahasan Usulan Pembangunan Fisik dan Nonfisik
Sekretaris Kota Jakarta Timur Eka Darmawan menyatakan bahwa salah satu usulan fisik yang menjadi perhatian dalam Musrenbang tersebut adalah pembangunan saluran air.
"Usulan dalam Musrenbang ini masih didominasi usulan pembangunan fisik. Diharapkan seluruh usulan tersebut dapat direalisasikan sesuai kebutuhan masyarakat," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa usulan-usulan dari masyarakat sebelumnya telah melalui proses seleksi di tingkat RW serta telah dilakukan survei lapangan oleh unit teknis terkait.
Musrenbang ini membahas total 31 usulan, yang terdiri dari 24 usulan fisik dan 7 usulan nonfisik.
Lurah Cipayung Yulian Fatimiyah menjelaskan bahwa dari 24 usulan fisik tersebut, 7 di antaranya berkaitan dengan Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA), 8 usulan berkaitan dengan Suku Dinas Bina Marga, 8 usulan lainnya berkaitan dengan Suku Dinas Perhubungan, dan 1 usulan berkaitan dengan Suku Dinas Pemuda dan Olahraga.
Saluran Air Sepanjang 588 Meter Jadi Prioritas
Salah satu usulan prioritas dalam Musrenbang ini adalah pembangunan saluran air sepanjang sekitar 588 meter, yang membentang dari Jalan Bambu Hitam hingga Jalan Botin.
“Pembuatan saluran air menjadi usulan prioritas kami karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” ia mengungkapkan.
Kegiatan Musrenbang ini dihadiri oleh anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Thamrin, Camat Cipayung Diman, sejumlah pejabat terkait, pengurus RT dan RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), serta perwakilan unit lintas sektoral.
Eka Darmawan berharap kehadiran anggota DPRD dapat memperkuat dan mempertajam usulan yang disampaikan oleh masyarakat.
Musrenbang Kelurahan merupakan agenda rutin tahunan yang menampung dan membahas usulan pembangunan dari warga untuk kemudian dijadikan dasar dalam perencanaan pembangunan tingkat kota.
Prioritas Pembangunan Jakarta 2026 dan Arahan Gubernur
Prioritas pembangunan Jakarta tahun 2026 mencakup transformasi kota global, penguatan infrastruktur layanan dasar, serta fondasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti sejumlah fokus pembangunan di tiap wilayah, termasuk Jakarta Timur yang diarahkan pada penguatan bisnis pergudangan dan logistik, pengembangan industri 4.0 dan UMKM, transportasi publik terintegrasi, serta ketahanan pangan.
Pramono menginstruksikan lima wali kota dan Bupati Kepulauan Seribu untuk segera berkoordinasi dengan Kepala Bappeda DKI Jakarta guna menindaklanjuti seluruh usulan Musrenbang.
- Penulis :
- Shila Glorya






